KLIKSANDI.COM, Takalar — Sejumlah kegiatan di desa yang ada di Kabupaten Takalar hingga kini belum berjalan maksimal. Penyebabnya adalah dana desa triwulan II yang hingga kini belum cair di Takalar.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Takalar, Rahmansyah Lantara beralasan pencairan itu tertunda karena gangguan aplikasi. Hal ini menjadi penyebab utama lambatnya pencairan.
“Aplikasi SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah) Pusdatin Kemendagri melakukan pemeliharaan,” ujarnya.
Pemeliharaan aplikasi berlangsung sejak Kamis pekan lalu. “Sehingga proses penatausahaan keuangan (pencairan) dana tidak bisa dilakukan karena bersifat online,” ucapnya.
Rahmansyah menambahkan, bukan hanya pencairan ADD terkendala, tetapi seluruh pencairan anggaran lainnya.
Kepala Dinas Sosial dan PMD Takalar, Andi Rijal Mustamin, menyampaikan pihaknya telah mengirimkan 48 berkas desa ke BKAD untuk proses pencairan.
“Insyaallah semua desa pekan ini kami kirimkan berkasnya,” ucapnya.
Sebelumnya, sejumlah kepala desa mengeluhkan anggaran triwulan II belum cair. “Belum cair sampai sekarang,” kata seorang kepala desa yang enggan disebut namanya, Selasa (19/8/2025).
Kepala desa lainnya berharap pencairan segera dilakukan. “Kami dengar di grup-grup ada masalah di aplikasi,” ucapnya..
Anggaran Dana Desa digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pemberdayaan, dan pembinaan masyarakat. “Terkait gaji dan operasional,” kata seorang kepala desa.
ADD bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Total ADD triwulan II Takalar mencapai Rp17 miliar lebih untuk 86 desa.(egg)

Leave a Reply