KLIKSANDI.COM, Maros – Sudah tiga hari, Muhammad Aril (22) belum ditemukan setelah dinyatakan tenggelam di sungai Mangngampa, Maros sejak Minggu, 10 Agustus 2025. Tim penyelamat memperkirakan korban terjebak di pusaran air sungai Mangngampa yang berada tepat di bawah air terjun.
Tim penyelamat mengaku kesulitan melakukan pencarian terhadap korban. Mereka harus melakukan penyelaman di kedalaman enam hingga delapan meter. Di sekitar air terjun, disebut ada gua yang menyebabkan pusaran air di bawah sungai bergerak dengan kencang.
Sebanyak 50 personel Basarnas diterjunkan khusus mencari di titik korban diduga tenggelam. Sekretaris BPBD Maros, Narsum, menyebut pencarian terkendala kondisi medan berat.
Sungai Mangngampa memiliki kedalaman 6 hingga 8 meter tepat di bawah air terjun. Di titik tersebut terdapat arus pusaran cukup kuat dan membahayakan penyelam.
“Di dalamnya ada arus lagi yang mengisap. Kemarin teman-teman penyelam tidak bisa terlalu dalam karena terbentur tabungnya,” ujar Nasrul.
Lokasi kejadian juga semakin menyempit di bagian dalam sungai. Selain itu, banyak bebatuan besar menghalangi akses penyelaman.
“Dugaan kita korban tenggelam tepat di air terjun tersebut, karena air yang mengalir ke anak sungai itu hanya sedikit,” bebernya
Sekedar diketahui, akses menuju lokasi kejadian juga sangat berat. Akses ke tempat wisata itu sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Jaraknya juga cukup jauh dari permukiman warga.
Seluruh peralatan pencarian dibawa manual menembus medan terjal. Tim gabungan tetap melanjutkan penyisiran meski cuaca di pegunungan Tompobulu kerap berubah.
Camat Tompobulu, Hardiman Bakri, membenarkan peristiwa tersebut. “Korban bersama tiga temannya menyeberangi sungai di daerah pelosok. Saat itu korban terpeleset dan tenggelam,” katanya.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Namun, laporan korban tenggelam itu baru diketahui pemerintah setempat setelah pukul 16.00 Wita. Kerabat korban diperkirakan baru bisa menemui permukiman warga akibat akses jalan yang cukup jauh.
Korban merupakan pegawai swasta dan beralamat di Jalan Minasaupa, Bok F, Makassar.Hardiman menyebut tidak banyak warga yang datang ke lokasi.
“Sungai ini berada di pelosok, aksesnya sulit dijangkau,” ujarnya.(egg)

Leave a Reply