KLIKSANDI.COM, Maros — Kawasan karst Maros kembali membuka lembaran baru dalam pemahaman kita tentang masa prasejarah Indonesia. Terdapat sekitar 28 gua dan ceruk di kawasan Mallawa yang telah diteliti dan teridentifikasi sebagai bekas hunian manusia. Gua tertua di antaranya diperkirakan telah dihuni sejak 10.000 tahun silam.
Hal itu diungkapkan oleh peneliti dari Pusat Riset Arkeologi Sejarah dan Prasejarah BRIN, Hasanuddin dalam Konferensi Internasional “Gau Maraja Leang-Leang Maros 2025”.
Seperti yang dilansir kompas.com, salah satu temuan paling menonjol adalah kerangka manusia yang diperkirakan berusia sekitar 7.400 tahun, ditemukan pada tahun 2021. Kelompok manusia ini dikenal oleh para ahli sebagai Toalean.
Penemuan ini bukan hanya penting karena usianya, tetapi juga karena membuka pemahaman baru tentang interaksi antar kelompok manusia pada masa lampau.
“Kami menemukan bukti bahwa telah terjadi proses adaptasi dan interaksi antara kelompok Tolean dengan pendatang dari budaya Austronesia,” jelas Hasanuddin.
Interaksi ini mencerminkan perubahan sosial dan budaya yang terjadi secara bertahap seiring waktu. Mallawa menjadi lokasi kunci dalam menelusuri jejak kehidupan manusia dari akhir zaman Pleistosen hingga periode Neolitik Akhir dan Paleometalik.
Temuan berupa lapisan tanah (stratigrafi), artefak, dan analisis DNA menunjukkan aktivitas manusia dalam rentang waktu antara 7.400 hingga 3.600 tahun sebelum tahun 1950.
Dalam satu lapisan budaya, ditemukan beragam artefak yang menggambarkan perpaduan budaya, seperti Maros Point (alat batu khas Toalean), mikrolit, gerabah dengan lapisan slip merah, serta beliung.
“Ini menunjukkan adanya fleksibilitas dalam cara manusia memanfaatkan lingkungan—baik di dalam gua maupun di ruang terbuka,” papar Hasanuddin.
Pola konsumsi, penggunaan ruang, hingga praktik penguburan pun menunjukkan dinamika budaya yang terus berkembang.
Kontribusi bagi Sejarah Prasejarah Indonesia Timur Seluruh temuan ini memperkuat posisi Maros, khususnya Mallawa, sebagai wilayah penting dalam studi prasejarah Indonesia bagian timur dan kawasan Wallacea.
“Mallawa adalah kunci untuk memahami kesinambungan dan transformasi budaya manusia prasejarah di wilayah ini,” tegas Hasanuddin.
Dengan terus berlangsungnya riset di wilayah ini, para arkeolog berharap dapat mengungkap lebih banyak lagi misteri kehidupan manusia ribuan tahun lalu yang tersembunyi di balik batu-batu gua karst Maros.(egg)

Leave a Reply