Tanah Adat Bakal Dimasuki Tambang, Warga Sinjai: Pemerintah Bungkam!

KAWASAN ADAT. Warga di Desa Terasa, Kabupaten Sinjai menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan tambang emas di kawasan itu. Handover: Suara jelata.

KAWASAN ADAT. Warga di Desa Terasa, Kabupaten Sinjai menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan tambang emas di kawasan itu. Handover: Suara jelata.

KLIKSANDI.COM, Sinjai — Warga desa Terasa, Kabupaten Sinjai melakukan penolakan terhadap rencana pembangunan tambang emas oleh PT Trinusa Resource, Selasa, 15 Juli 2025. Tanah di desa itu, dianggap sebagai tanah adat yang tidak boleh dikelola perusahaan tambang.

Seperti yang dilansir suara jelata, sebuah poster besar bertuliskan “KAMI MENOLAK TAMBANG PT TRINUSA RESOURCE” terpampang mencolok di gerbang desa, sebagai bentuk protes terbuka masyarakat.

Warga menilai, keberadaan tambang akan merusak ekosistem di desa itu. Mulai dari rusaknya sumber air, lahan pertanian, hingga ancaman bencana ekologis menjadi alasan utama penolakan.

Menurut Andi Rusdi, salah seorang warga, tanah di Desa Terasa merupakan tanah adat yang dijaga turun-temurun. “Ini tanah adat kami, titipan leluhur yang dijaga dengan adat dan budaya,” tegasnya.

Ia menyebut pemasangan poster adalah bentuk peringatan awal kepada pihak perusahaan agar tidak memulai aktivitas pertambangan.

Tak hanya ditujukan kepada perusahaan, penolakan ini juga menyasar pemerintah setempat yang dianggap belum berpihak pada rakyat.

“Kalau pemerintah tidak berdiri bersama masyarakat, maka pemerintah juga akan kami lawan,” imbuh Andi Rusdi dengan nada keras.

Sementara itu, Salah satu Pemuda Sinjai, Akmal, menyayangkan sikap diam pemerintah. Ia menilai, meski polemik pro dan kontra sudah berkembang di tengah masyarakat, namun Bupati dan Wakil Bupati Sinjai belum juga memberikan pernyataan terbuka.

“Seharusnya Bupati dan Wabup sudah tampil di publik, memberi penjelasan agar tidak memicu kegelisahan lebih jauh. Ini bukan isu kecil,” kritik Akmal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Sinjai maupun PT Trinusa Resource. Warga berharap suara mereka didengar sebelum terlambat.(egg)

Leave a Reply