Polisi Gagalkan Aksi Penculikan Gadis 14 Tahun di Bone, Pelaku Gunakan Senjata Tajam

ilustrasi: penculikan anak

ilustrasi: penculikan anak

KLIKSANDI.COM, Bone — Aparat kepolisian Bone menggagalkan aksi penculikan anak di Kabupaten Bone, Senin, 14 Juli 2025. Pelaku diketahui berjumlah lima orang dan dilengkapi senjata tajam. Korbannya adalah seorang gadis berusia 14 tahun.

Korban diketahui sempat diseret dan dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil minibus berwarna putih. Gadis tersebut sempat berteriak meminta tolong warga. Warga yang mencoba mendekat mendapat perlawanan. Pelaku diketahui menggunakan senjata tajam saat beraksi.

“Korban merupakan siswi SMP dilaporkan sempat diseret dan dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil oleh empat orang laki-laki dan satu perempuan yang diduga sebagai penculik anak. Kelimanya sudah kami amankan,” ujar Kasat Intel Polres AKP Syafriadi.

Peristiwa penculikan itu terjadi di wilayah Dusun Tanah Cellae, Desa Abbanuang, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone pada Senin (14/7) sekitar pukul 13.30 Wita. Korban saat itu sempat meminta pertolongan kepada warga.

“Korban berteriak meminta pertolongan kepada warga. Hanya saja, ada pelaku yang membawa sebilah parang dan membuat warga sekitar takut mendekat,” sebut Syafriadi.

Syafriadi menerangkan, kelima pelaku membawa korban menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna putih. Warga kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.

“Tim Sat Intelkam Polres Bone langsung segera melakukan pengejaran. Sekitar pukul 17.01 Wita lima terduga pelaku berhasil diamankan, sementara korban ditemukan dalam keadaan selamat,” sebutnya.

Kelima terduga pelaku ditangkap di pinggir jalan di wilayah Desa Taretta, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone. Keempatnya adalah pria berinisial SR (60), pensiunan ASN berinisial HJ (76), APR (56), RD (40) dan seorang perempuan berinisial AD (55).

Syafriadi mengaku masih melakukan pendalaman terkait dengan motif para tersangka. Namun, sejauh ini diduga penculikan itu dilakukan berkaitan dengan persoalan dengan keluarga korban.

“Kami sedang telusuri latar belakang hubungan pelaku dengan keluarga korban. Semua kemungkinan sedang kami kaji,” sambung Syafriadi.(egg)

Leave a Reply