Hujan Meteor Terjadi di Indonesia Pada Juli dan Agustus, Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang

Iustrasi: hujan meteor

Iustrasi: hujan meteor

KLIKSANDI.COM, Makassar – Bulan Juli ini dan Agustus, adalah waktu yang tepat untuk selalu melihat ke langit malam. Jika beruntung, Anda akan bisa melihat fenomena alam yang langka, yaitu hujan meteor.

Hujan meteor terjadi ketika Bumi yang sedang mengitari Matahari melewati jalur puing-puing yang ditinggalkan oleh asteroid atau komet yang lewat sebelumnya.

Saat Bumi bergerak di dalam jalur tersebut, puing-puing sisa dari komet atau asteroid akan menghantam atmosfer Bumi, yang bisa menciptakan jejak pijar atau bola api bernama meteor. Peristiwa ini dapat dilihat secara langsung di langit bagian utara dan bagian selatan.

Dikutip dari World Atlas, Indonesia adalah salah satu negara yang berada di jalur khatulistika. Posisinya berada di kedua belahan bagian bumi, baik utara maupun selatan. Hal ini akan menjadi keuntungan, karena dengan posisi ini, kita akan bisa melihat meteor langsung dengan mata telajang.

Nantinya, akan ada tiga hujan meteor yang terjadi pada pertengahan bulan Juli hingga awal bulan Agustus 2025 dan dapat dilihat di belahan bumi utara maupun selatan. Apa sajakah meteor tersebut dan kapan waktu yang tepat untuk melihatnya?

Dikutip dari Science Alert, Jumat (11/7/2025), ketiga hujan meteor yang akan muncul di pertengahan bulan Juli dan awal bulan Agustus memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing. Berikut penjelasan mengenai tiga hujan meteor tersebut.

  1. Alpha Capricornid

Alpha Capricornid akan terlihat di langit bagian utara dan selatan. Meteor ini dapat mulai dilihat pada Sabtu, 12 Juli 2025 dengan puncaknya pada 29 hingga 30 Juli 2025. Alpha Capricornid terbentuk akibat komet berperiode pendek bernama 169/NEAT yang mengorbit Matahari setiap 4,2 tahun sekali. Titik radiannya atau tempat di langit tempat mereka tampak berasal, berada di rasi bintang Capricorn.

Hujan meteor ini dikatakan tidak terlalu banyak jumlahnya. Pada puncaknya, hanya menghasilkan sekitar lima meteor per jam. Namun, meteor tersebut dapat bersinar sangat terang, bahkan di langit yang dipenuhi oleh polusi cahaya, menjadikannya sebagai salah satu hujan meteor yang paling populer untuk diamati.

Tahun ini, puncak Alpha Capricornid terjadi ketika Bulan berada dalam fase sabit muda dengan iluminasi rendah, yang juga semakin meningkatkan visibilitasnya. Waktu terbaik untuk mengamatinya ada pada malam hari sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

  1. Perseid

Perseid merupakan hujan meteor yang banyak disukai dari pengamat langit. Hujan meteor ini dilaporkan akan muncul pada Kamis, 17 Juli 2025, dengan puncaknya pada 12 hingga 13 Agustus 2025, terutama pada bumi belahan utara. Perseid berasal dari Komet Swift-Tuttle, sebuah komet berperiode pendek yang mengorbit Matahari setiap 133 tahun, dan memiliki radian di dekat rasi bintang Perseus, Cassiopeia, dan Camelopardalis.

Pada puncaknya, seseorang dapat melihat 50 hingga 75 meteor per jam dalam kondisi langit gelap. Tahun ini, pengamatan Perseids mungkin sedikit terganggu karena fase Bulan yang sedang terang (cembung dan membesar) muncul di langit pada waktu yang sama. Namun, karena hujan meteor ini berlangsung sepanjang Agustus, masih banyak kesempatan untuk menyaksikannya. Waktu terbaik untuk melihatnya adalah pada pagi hari, yakni pada tengah malam hingga fajar.

  1. Southern Delta Aquariids

Hujan meteor Southern Delta Aquariids akan mulai terlihat pada Jumat, 18 Juli 2025 dengan puncaknya pada 29-30 Juli 2025 Untuk melihat hujan meteor ini, tidak perlu menggunakan alat khusus. Namun, karena Southern Delta Aquariids cahayanya lebih redup dibanding hujan meteor lain, menggunakan teropong bisa membantu agar terlihat jelas.

Delta Aquariids Selatan kemungkinan berasal dari komet periode pendek 96P/Macholz yang mengorbit Matahari setiap 5,27 tahun sekali, dengan titik radiasi di konstelasi Aquarius.

Hujan meteor ini menghasilkan sekitar 20 hingga 25 meteor per jam selama periode puncaknya yang berlangsung 48 jam. Tahun ini, puncak hujan meteor terjadi saat Bulan dalam fase sabit muda, dan akan terbenam sebelum jumlah meteor mencapai titik tertinggi.

Hal ini menciptakan kondisi langit yang cukup gelap. Maka dari itu, waktu pengamatan terbaik adalah antara tengah malam hingga menjelang fajar.

Bagi Anda yang ingin keluar dan menyaksikan hujan meteor, cara terbaik adalah dengan mengunduh aplikasi pengamat langit seperti Star Walk untuk membantu mengetahui kapan rasi bintang yang berkaitan akan muncul.(egg)

Leave a Reply