KLIKSANDI.COM, Bantaeng — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bantaeng dilaporkan mulai reda. Hanya saja, warga masih khawatir akan banjir susulan.
Bantaeng dilaporkan kembali dilanda hujan deras siang ini. Sampai pukul 12.22 Wita, hujan belum juga reda. Curah hujan tertinggi terjadi kawasan pegunungan Bantaeng.
“Ini mulai mi Ki khawatir lagi. Ka mulai mi sede hujan deras,” kata warga Garegea, Isman.
Garegea adalah daerah permukiman padat penduduk yang paling parah terkena dampak banjir. Banjir menggenang hingga leher orang dewasa, Sabtu, 5 Juli 2025, dini hari. Sebuah sungai besar di Garegea diketahui berhubungan langsung dengan Cekdam Balangsikuyu.
Hingga saat ini, level air di kawasan Cekdam Kasiping dan Cekdam Balangsikuyu dilaporkan kembali naik. Dua Cekdam ini adalah bangunan pengendali banjir di kawasan Bantaeng. Level air di kawasan ini sangat menentukan kondisi banjir di kawasan perkotaan Bantaeng.
Banjir tidak hanya terjadi di wilayah permukiman padat penduduk di Bantaeng. Kantor Bupati Bantaeng juga terendam banjir. Banjir Bantaeng ini untuk pertama kalinya melanda kantor bupati.
Sebuah akun di Facebook melaporkan kondisi kantor Bupati yang terendam banjir itu. Akun dengan nama @intan Nurhidayah merekam video detik-detik banjir yang masuk ke kantor bupati.
“Air datang dari arah kantor inspektorat,” kata suara di balik rekaman video itu.
Bantaeng memang terkenal sebagai daerah rawan banjir. Tetapi sepanjang sejarah, banjir baru kali ini memasuki kantor bupati.
Banjir di Bantaeng hampir terjadi di seluruh wilayah perkotaan Bantaeng. Beberapa titik di pedesaan Bantaeng juga terkena dampak banjir.
Banjir paling parah terjadi di kawasan padat penduduk di pasar Sentral Bantaeng. Banjir menggenani pasar ini sejak subuh hari. Ketinggian air sampai dada orang dewasa.
Sebagian besar para pedagang di pasar ini tidak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka. Meski belum ada data resmi terkait kerugian, para pedagang memperkirakan kerugian mereka mencapai ratusan juta.
“Hanya sebagian saja barang dagangan yang diselamatkan. Para pedagang rugi besar di pasar ini,” kata salah seorang pedagang, Ardi.
Banjir juga terjadi di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng. Banjir terparah berada di ketinggian 1 meter. Salah satu rumah yang terendam banjir adalah rumah milik Daeng Cekong. Janda lansia ini, terpaksa memindahkan barang-barangnya ke rumah tetangga untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
“Ya, Pak, tadi subuh air mulai masuk ke rumah saya, jadi saya cepat-cepat memindahkan barang-barang ke rumah tetangga,” ungkap Dg Cekong Sabtu 5 Juli 2025.
Dg Cekong hanya bisa pasrah melihat barang-barangnya terapung di dalam rumah. Ia berharap agar hujan segera reda dan air di rumahnya bisa surut.
Banjir ini menyebabkan keresahan bagi warga sekitar, yang khawatir akan dampak lebih lanjut dari bencana ini. Semoga hujan segera reda dan situasi kembali normal.(egg)

Leave a Reply