Kelompok Bertopeng dari Hutan Teror Warga Gowa

Ilustrasi: teror kelompok bertopeng di Gowa

Ilustrasi: teror kelompok bertopeng di Gowa

KLIKSANDI.COM, Gowa Teror terjadi terhadap warga Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa. Kelompok bertopeng diketahui mendatangi rumah warga yang ada di pedesaan saat malam hari. Mereka berasal dari hutan, lalu mendobrak rumah warga. Siang harinya, mereka kembali sembunyi di hutan.

Teror ini sudah terjadi sejak awal Juni 2025. Sudah dua rumah warga yang didobrak. Sayangnya beluma ada informasi yang jelas apakah itu perampokan ataukah motif lainnya. Para pelaku diketahui muncul secara tiba-tiba di lingkungan warga, melakukan teror, kemudian menghilang.

Salah satu warga yang juga adalah Satpol PP di Desa Buakkang, Hamsah Daeng Paerang mengatakan, setelah informasi teror beredar, kali para pria bertopeng tersebut terlihat di Dusun Biruppaya, Desa Buakkang.

“Dari laporan warga, ada dua rumah yang didobrak pintunya. Rumahnya Daeng Sitakka dan rumahnya Daeng Tutu, ada yang sempat lihat, jumlahnya tiga orang. Sekarang belum ada informasi mengenai barang yang diambil,” ungkapnya seperti yang dilansir herald.id.

Hamsah mengaku belum mengetahui apakah kejadian ini sudah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian, namun warga sudah mulai waspada dan cemas akan kemungkinan terburuk.

“Saya belum tau bilang apakah ada yang sudah sampaikan ke Binmas. Tapi warga di sini was-was. Karena jangan sampai makan korban,” jelasnya.

Selain di Dusun Biruppaya Buakkang, aksi serupa juga diduga pernah terjadi di wilayah Pannyambeang, Desa Bissoloro. Di lokasi itu, pria bertopeng itu juga muncul mendobrak rumah warga pada malam hari. Namun, warga tak berani membuka pintu.

Bahkan mereka mengambil bahan pokok seperti beras milik warga yang disimpan di rumah kebun, sehingga menimbulkan rasa takut untuk kembali ke kebun.

“Iye, kan cerita yang beredar di Panyambeang dulu. Mereka terlihat juga bawa parang,” tukasnya.

Ketakutan warga kian meningkat karena pelaku selalu muncul tiba-tiba dan menghilang tanpa jejak. Lingkungan sekitar yang dikelilingi hutan dan ladang jagung menyulitkan pelacakan karena pelaku juga bersembunyi dan berpindah-pindah tempat.

“Sekarang tidak ada yang tau di mana mereka sembunyi. Susah diketahui, karena kan di sini dikelilingi juga ladang jagung sama hutan. Mereka kabur ke sana. Kayanya memang harus ada tindakan, jangan sampai ada korban,” tuturnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai adanya teror terhadap warga.(egg)

Leave a Reply