KLIKSANDI.COM, Sinjai — Kabupaten Sinjai menjadi salah satu daerah rawan bencana di Sulawesi Selatan. Dalam kurun waktu lima bulan sepanjang 2025, terjadi sedikitnya 56 kasus bencana alam.
Hal tersebut diungkapkan oleh Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, Andi Octave. BPBD Sinjai mencatat 56 kejadian bencana alam terjadi di sepanjang Januari-Juni 2025. Akibatnya, ratusan jiwa terdampak dan belasan rumah rusak parah.
Total puluhan kejadian bencana alam tersebut didominasi cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir rob, banjir, abrasi dan gelombang ekstrem.
“Total 56 kejadian bencana alam kurun waktu Januari-30 Juni 2025,” jelas dia.
Dia mengatakan, kasus bencana alam itu terjadi di 8 kecamatan terdampak di Sinjai. Daerah-daerah ini, kata dia, perlu mendapat perhatian serius saat terjadi curah hujan yang tinggi.
Andi Octave menyampaikan bencana berdampak 868 jiwa, satu mengalami luka-luka dan 7 kepala keluarga mengungsi.
“Diantaranya 287 rumah terdampak, 6 rumah mengalami rusak ringan, rusak sedang empat rumah dan rusak berat ada empat rumah,” ujarnya.
Selain berdampak pada ratusan rumah kata Andi Octave, bencana Alam yang terjadi di Sinjai juga merusak persawahan, tambak, fasilitas sekolah, jembatan, jalan, tanggul dan talud.
“Ada 24 fasilitas umum rusak akibat bencana banjir dan termasuk area persawahan 9 hektare dan tambak 45 hektare,” katanya.
Dari sebaran kejadian bencana alam di Sinjai yang terjadi pada Januari-Juni 2025, Sinjai Utara merupakan wilayah yang memiliki jumlah kejadian terbanyak. Selanjutnya disusul Kecamatan Sinjai Timur dan Sinjai Selatan.
Rincian, Sinjai Utara 20 kejadian, Sinjai Timur 12 kejadian, Sinjai Selatan 8 kejadian, dan Sinjai Tengah 7 kejadian, Tellulimpoe 7 kejadian.
Kemudian Bulupoddo 2 kejadian dan masing-masing satu kejadian Sinjai Barat da pulau Sembilan.
Sementara itu, salah seorang warga Jl Tondong, Sinjai Utara, Risal berharap kepada Pemda Sinjai untuk memberikan solusi terhadap bancana banjir yang terjadi di wilayahnya.
Pasalnya, Jl Tondong merupakan lokasi langganan banjir setiap hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Drenase perkotaan yang tidak berfungsi dengan baik menjadi penyebab utama.
“Setiap tahun pasti banjir, bahkan tahun ini sudah 2 kali banjir. Saya harap ada solusi nyata yang diberikan Pemda Sinjai agar lokasi ini kalau hujan tidak banjir,” ujarnya.(egg)

Leave a Reply