KLIKSANDI.COM, Makassar — Musda Golkar Sulsel semakin dinamis. Bahkan, kini mewacana Musda Golkar Sulsel yang akan berujung aklamasi.
Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Bidang Organisasi, Armin Mustamin Toputiri saat ini ada kandidat yang terlihat sedang merancang skema untuk membentuk koalisi gemuk. Tujuannya untuk mendorong terjadinya aklamasi di Musda Golkar.
Namun, Armin juga mengingatkan bahwa selain ambang batas minimal, ada peluang Musda berlangsung secara aklamasi.
Hal itu terjadi bila salah satu kandidat mampu mengantongi 50 persen plus satu suara, atau minimal 16 dukungan dari total 30 suara.
“Kalau ada kandidat yang berhasil mendapatkan 16 dukungan secara tertulis, berarti Musda nanti sisa mengesahkan calon itu secara aklamasi,” kata Armin.
Kendati demikian, lanjut Armin, dukungan tertulis tersebut tidak serta-merta dianggap sah.
Pasalnya harus diverifikasi oleh Steering Committee (SC) Musda yang dibentuk oleh DPD I. Salah satu syaratnya adalah bahwa dukungan itu bukan hanya dari ketua DPD II, tetapi hasil dari musyawarah pengurus DPD II secara kolektif.
“Tim verifikasi akan mengecek apakah dukungan itu dihasilkan melalui proses musyawarah pengurus DPD II, bukan hanya sepihak dari ketuanya,” tegasnya.
Pun menurutnya, dari dua kandidat yang bergerak ini bukan hanya 9 dukungan yang diburu, tapi memang ada yang berupaya mengejar aklamasi.
Armin menambahkan, bahwa periode kepemimpinan Taufan Pawe sebagai Ketua Golkar Sulsel akan berakhir pada Agustus 2025, tepat dua bulan dari sekarang. Dengan begitu, penjadwalan Musda juga akan dilaksanakan di bulan Agustus sebagaimana masa berakhir kepemimpinan saat ini.
Menurutnya, menjelang Musda, suhu politik internal partai biasanya meningkat tajam, utamanya karena aturan pencalonan yang termaktub dalam Juklak Partai Golkar.
Salah satu syarat utama untuk maju sebagai calon ketua adalah memperoleh dukungan minimal 30 persen dari total pemilik suara.
“Kalau di Sulsel ini ada 30 suara untuk pemilihan Ketua Golkar Sulsel. Jadi butuh sekitar 9 suara dukungan. Kalau tidak mencapai itu, maka tidak bisa mendaftar sebagai calon ketua di Musda,” jelas Armin, Rabu, 11 Juni 2025.
Ia menegaskan bahwa inilah yang menjadi penyulut ketegangan menjelang Musda karena dukungan dari DPD II kabupaten/kota sebagai pemilik suara sangat menentukan.
Saat ini, dua nama mencuat dan aktif menggalang dukungan di daerah: Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Munafri Arifuddin (Appi). Keduanya disebut Armin sudah mulai keliling DPD II untuk mengejar dukungan resmi secara tertulis.(egg)

Leave a Reply