Aktivis Protes 100 Hari Kerja Pemerintah, Bupati Bantaeng Tak Muncul

Mahasiswa bantaeng melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka 100 hari kerja pemerintah kabupaten Bantaeng.

Mahasiswa bantaeng melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka 100 hari kerja pemerintah kabupaten Bantaeng.

KLIKSANDI.COM, Bantaeng — Ratusan aktivis dari sejumlah lembaga kemahasiswaan yang ada di Kabupaten Bantaeng melakukan aksi unjuk rasa serentak di depan kantor Bupati Bantaeng. Mereka menahan mobil truk raksasa, lalu menutup jalan nasional. Mereka juga membakar ban di jalan tersebut.

Akibatnya, jalan nasional di depan kantor Bupati Bantaeng menjadi lumpuh selama beberapa jam. Polisi yang bertugas terpaksa mengalihkan kendaraan melalui jalan-jalan setapak yang ada di sekitar titik aksi.

Para aktivis ini melakukan aksinya sebagai bentuk protes terhadap kinerja bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin dan H Sahabuddin. Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin ini disebut tidak memperlihatkan upaya untuk memenuhi janji politiknya saat maju di Pilkada lalu.

“Sudah 100 hari kerja, tidak ada tanda-tanda pembukaan lapangan kerja. Tidak ada tanda-tanda pupuk subsidi. Sampai sekarang juga tidak ada jalan yang diperbaiki,” kata seorang aktivis yang sedang berorasi.

“Kita tidak membutuhkan sinar lampu-lampu yang ada di pohon. Kita tidak butuh pencitraan. Kita butuh realisasi janji program kerja itu,” kata aktivis lainnya.

Sayangnya, aksi para aktivis ini tidak diterima oleh Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzi Nurdin. Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin ini tidak muncul. Padahal, sejumlah saksi melihat kendaraan dinas DD 1 F terparkir di kantor Bupati Bantaeng.

“Kami dapat info Bupati ada ji di Bantaeng. Mobil dinasnya ada ji terparkir di kantor bupati,” kata seorang aktivis yang enggan disebutkan namanya.

Sikap Uji Nurdin terhadap para aktivis ini berbeda dengan saat dia menerima demonstran pada Jumat, 2 Mei 2025 lalu. Saat itu, Uji menerima dengan baik terkait kritik tentang PHK massal yang terjadi di Bantaeng. Dia mengajak massa duduk di halaman untuk mendengar baik tuntuan mereka.

Menanggapi tuntutan demonstran, Uji Nurdin mengatakan, dirinya turut tidak ingin adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA). Namun, industri smelter nikel saat ini mengalami penurunan.(egg)

Leave a Reply