100 Hari Kerja Bupati Bantaeng, HPMB Raya: Janji Kemarin Belum Tunai, Kini Berjanji Lagi!

Ketua HPMB Raya, Sahrul

Ketua HPMB Raya, Sahrul

KLIKSANDI.COM, Bantaeng — Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB) Raya juga ikut mengkritisi 100 hari masa pemerintahan Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzi Nurdin – H Sahabuddin. HPMB Raya menilai, Uji Nurdin kebanyakan berjanji.

Ketua HPMB Raya, Sahrul Pulai mengatakan, janji-janji politik Uji Nurdin di 100 hari masa pemerintahannya tidak terlihat sama sekali. Salah satu janji untuk memprioritaskan infrastruktur jalan sampai saat ini belum memperlihatkan perkembangan berarti.

“Sekarang, mana jalanan yang sudah diperbaiki pemerintah? sudah pertengahan tahun, tetapi tidak ada jalanan yang diperbaiki,” kata dia.

Sahrul Juga Menambahkan Bahwa Jangankan Menepati Janji 100 Hari Kerja Yang coba di pertontonkan pada pemerintahan saat ini. Ada banyak kebijakan yang malah membuat kondisi masyarakat menjadi carut marut.

“Banyak kondisi carut marut yang terjadi pada pemerintahan saat ini di masa 100 hari kerja bupati bukannya yang di tampilkan adalah kebangkitan malah yang kita saksikan adalah keterpurukan kabupaten. Sebut saja kondisi aset daerah (Kendaraan Dinas) yang banyak di gunakan tidak sesuai dengan peruntukannya. Selain itu adanya penganggaran lampu hias Yang tidak ada dalam APBD, ini semua membuktikan Bupati dan Wakil Bupati gagal dalam menjalankan roda pemerintahan” ungkap Sahrul

Ironisnya, belum tunai janji yang kemarin, Uji Nurdin malah kembali berjanji. Dalam 100 hari kerja ini, ada beberapa janji yang paling krusial yang belum tentu dia bisa tunaikan dalam waktu dekat ini.

Di antaranya, janji memindahkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Terang ke kawasan Pa’jukukang. Dia menyebut, janji ini berlebihan. Memindahkan TPA bukanlah hal sepele. Tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kalaupun ada dana yang tersedia, Bupati Bantaeng harus menyelesaikan dulu lokasi TPA yang baru. Jangan sampai, pemindahan TPA malah jadi masalah baru untuk masyarakat Pa’jukukang.

“Sebaiknya, bupati fokus saja urusi jalan yang rusak. Karena kalau memang ada dana daerah, sebaiknya prioritaskan janji waktu Pilkada. Terutama janji perbaikan jalan,” jelas dia.

Sahrul mengaku, sejauh 100 hari kerja di Bantaeng hampir tidak ada yang terlihat sampai sekarang. Apalagi, jika dibandingkan dengan daerah lain di Sulsel.

Dia mencontoh Kabupaten Gowa yang berhasil menekan kemiskinan ekstrem warganya dengan melakukan perbaikan rumah warga miskin. Juga di Bulukumba yang kembali melanjutkan pembangunan Gedung Pinisi dan Gedung Ammatoa di 100 hari pertama bertugas sebagai bupati. Di Makassar juga seperti itu, program 100 hari kerja juga sudah terlihat dengan dimulainya pembangunan stadion Untia.

“Di Sinjai juga program 100 hari kerjanya sudah terlihat. Ada pengadaam armada sampah senilai Rp2 miliar. Bantaeng malah kalah sama Jeneponto. Di Jeneponto sudah jalan program penanaman 1.000 pohon sukun,” kata dia.(eng)

Leave a Reply