Soal Pemakzulan Gibran, Partai Golkar Buka Suara

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham

KLIKSANDI.COM, Jakarta — Partai Golkar akhirnya angkat bicara soal usulan pemakzulan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming. Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham mengungkit pengalaman politik Presiden Prabowo Subianto yang penuh pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Idrus Marham terlebih dahulu bicara soal usulan pemakzulan Gibran. Menurutnya, Prabowo akan menimbang usulan itu agar tidak menimbulkan masalah baru.

“Silakan saja untuk mengajukan masukan, pikiran, menimbang-nimbang. Tetapi Pak Prabowo pasti akan mempertimbangkan. Jangan sampai mengambil langkah justru menimbulkan masalah baru,” kata Idrus.

Dia menegaskan bahwa Prabowo bukan tipe pemimpin yang mudah ditekan. Menurutnya, pengalaman panjang Prabowo dalam dunia politik membuatnya memahami dinamika elite.

“Prabowo sebagai pemimpin yang punya pengalaman panjang dengan berbagai fitnah, pengkhianatan, dengan berbagai penzaliman yang dilakukan oleh orang-orang kepadanya. Dan juga berbagai kegagalan di dalam kompetisi politik pasti akan mengambil langkah-langkah dengan kemandiriannya, dengan keyakinannya, berdasarkan pada fakta-fakta dan sisi besarnya ke depan bangsa ini,” jelas Idrus.

Dia menegaskan bahwa Prabowo bukan tipe pemimpin yang mudah ditekan. Menurutnya, pengalaman panjang Prabowo dalam dunia politik membuatnya memahami dinamika elite.

“Prabowo sebagai pemimpin yang punya pengalaman panjang dengan berbagai fitnah, pengkhianatan, dengan berbagai penzaliman yang dilakukan oleh orang-orang kepadanya. Dan juga berbagai kegagalan di dalam kompetisi politik pasti akan mengambil langkah-langkah dengan kemandiriannya, dengan keyakinannya, berdasarkan pada fakta-fakta dan sisi besarnya ke depan bangsa ini,” jelas Idrus.

Isu tersebut menuai respons dari anggota kabinet, petinggi partai hingga pihak Istana. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi buka suara soal isu reshuffle kabinet tersebut. Dia menekankan informasi apa pun yang beredar terkait reshuffle merupakan spekulasi.

“Lagi-lagi saya mau menyampaikan kepada teman-teman, semua informasi yang beredar di luar tentu sifatnya masih spekulasi, walaupun reshuffle itu bisa saja dilakukan oleh Presiden kapan pun Presiden mau,” kata Hasan.

Sementara itu, Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) juga telah merespons soal wacana pemakzulan Gibran yang dihembuskan oleh Forum Purnawirawan Prajurit TNI, yang perwakilannya pernah menjadi relawan pro-Anies-Muhaimin (AMIN) pada pilpres lalu. Forum ini bahkan menyurati MPR hingga DPR RI meminta pemakzulan Gibran.

“Ya negara ini kan negara besar yang memiliki sistem ketatanegaraan. Ya diikuti saja, proses sesuai sistem ketatanegaraan negara kita. Bahwa ada yang menyurati seperti itu, itu dinamika demokrasi kita, biasa saja. Dinamika demokrasi kan seperti itu, biasa saja,” kata Jokowi.(egg)

Leave a Reply