KLIKSANDI.COM, Maros – Program sekolah rakyat yang menjadi program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto akan dimulai di Maros. Pada tahap awal ini, akan ada 40 siswa yang mengikuti program ini. Pendidikan selama program ini tidak dikenakan biaya apapun, alias gratis.
Setiap siswa akan berasrama, diterima berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Tujuan dari pendidikan ini adalah untuk memutus rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak tidak mampu.
Kepala Dinas Sosial Maros, Suwardi Sawedi, mengatakan, sebanyak 40 kuota diberikan itu untuk tahap awal dan dikhususkan bagi siswa setingkat Sekolah Menengah Atas atau SMA.
“Sementara ini hanya satu jenjang. Tahap awal 40 siswa setingkat SMA,” kata Suwardi.
Dia menambahkan, setiap daerah mengusulkan lahan yang bisa dimanfaatkan untuk membangun Sekolah Rakyat. Luas lahan dibutuhkan sekira 6-7 hektar, karena setiap sekolah dilengkapi asrama.
Dia menyebut, Maros memberikan opsi lokasi di SMPN 10 Bantimurung, Desa Tukamasea dan Balai Perlindungan dan Sosial Bina Remaja (BPSBR) Makkareso, Kecamatan Bantimurung.
Menurut Suwardi, BPSBR Makkareso aset Dinas Sosial Sulsel seluas 4,25 hektar. Ia menyebut fasilitas di lokasi ini cukup memadai.
“Program ini menggunakan sistem asrama atau boarding school. Seluruh siswa tinggal di lingkungan sekolah selama masa pendidikan,” ujarnya.
Orangtua peserta diminta menandatangani surat pernyataan penyerahan anak kepada pihak pengelola sekolah sebagai bentuk komitmen.
Dampak dari program ini, generasi akan mendapat kualitas pendidikan layak serta bisa mengubah ketimpangan yang selama ini terjadi antara masyarakat menengah ke bawah dan menengah ke atas.
Program ini dipercaya mampu mengentaskan kemiskinan, sebab anak berpendidikan dan cerdas sudah pasti akan mendapat pekerjaan lebih baik dari orangtuanya.
Kepala Dinsos Sulsel Abdul Malik Faisal sebelumnya menyampaikan, sekira 900 lebih siswa baik SMP maupun SMA akan diterima tahun ajaran baru.
Untuk tahap pertama, program ini menyasar beberapa daerah, yakni Wajo 150 siswa, Bone 100 siswa, Pangkep 100 siswa, Takalar 100 siswa, Gowa 100 siswa dan Makassar sekira 375 siswa.
“Kita masih menggunakan gedung sementara. Ke depan akan ada pembangunan infrastruktur khusus Sekolah Rakyat,” kata Malik Faisal.(eng)

Leave a Reply