KLIKSANDI.COM, Makassar – Sejumlah tokoh hadir di rumah duka Komjen Pol (purn) Jusuf Manggabrani di di kawasan Bukit Khatulistiwa, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, pada Selasa, 20 Mei 2025. Suasana duka terus menyelimuti kediaman almarhum mantan Wakapolri itu.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum, yang dikenal luas sebagai sosok pemimpin tegas dan berdedikasi tinggi dalam institusi Polri.
Salah satu tokoh yang tampak hadir adalah Aksa Mahmud, pengusaha senior sekaligus besan dari almarhum. Ia terlihat mengenakan jaket biru yang dipadukan dengan kopiah hitam.
Kehadiran Aksa Mahmud memiliki ikatan emosional tersendiri, mengingat anaknya, Erwin Aksa, menikah dengan putri almarhum, Andi Fatmawati Manggabarani. Hubungan kekeluargaan ini memperkuat suasana haru dalam prosesi duka.
Selain kalangan keluarga, sejumlah pejabat tinggi dari Polda Sulawesi Selatan turut hadir untuk memberikan penghormatan. Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Nasri, datang dengan mengenakan seragam dinas lengkap.
Tak hanya Wakapolda, sejumlah pejabat utama Polda Sulsel juga terlihat berada di lokasi. Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendi, hadir bersama Dirkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Dedi Supriyadi.
Dirkrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Setiadi Sulaksono, turut menyusul kemudian. Kehadiran mereka menandai penghargaan yang tinggi terhadap jasa dan dedikasi almarhum selama mengabdi di kepolisian.
Sejumlah personel dari Satuan Resmob Polda Sulsel juga ikut dalam barisan pelayat. Mereka dipimpin langsung oleh Kompol Benny Pornika, menambah nuansa kedekatan institusi dengan sosok almarhum.
Tak hanya itu, hadir pula mantan Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto. Juga, mantan Bupati Gowa dua periode, Adnan Purichta Ichsan, juga tampak hadir.
Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Komjen Pol (Purn) Jusuf Manggabarani yang terletak di kawasan Bukit Khatulistiwa, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
Sejak kabar wafatnya mantan Wakapolri 2010-2011 itu tersebar, rumah duka mulai dipadati oleh para pelayat dari berbagai kalangan.
Pantauan langsung Herald Sulsel di lokasi, sejumlah pelayat terlihat mulai berdatangan ke rumah duka. Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar almarhum.
Beberapa tokoh masyarakat, purnawirawan polisi, serta pejabat aktif turut hadir dalam suasana duka yang kental dengan nuansa penghormatan dan keikhlasan.
Wakapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Natsir, terlihat telah lebih dahulu tiba di lokasi. Kehadirannya mewakili institusi kepolisian yang turut kehilangan salah satu putra terbaik.
Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan keluarga almarhum, memberikan dukungan moril atas kepergian sosok panutan dalam dunia kepolisian tersebut.
Sejumlah anggota kepolisian dari berbagai kesatuan juga terlihat hadir, baik dari Polda Sulsel maupun dari satuan lain. Mereka datang sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi almarhum selama berdinas.
Tak hanya dari kalangan internal kepolisian, warga sekitar dan tokoh masyarakat sekitar lokasi rumah duka juga berdatangan.
Almarhum Jusuf Manggabarani dikenal sebagai salah satu tokoh penting di tubuh Polri. Sepanjang kariernya, ia dikenal tegas, disiplin, namun juga humanis dalam menjalankan tugas.
Sebelumnya diberitakan, Wakapolri 2010-2011 Komjen Pol (Purn.) Jusuf Manggabarani dikabarkan wafat pada Selasa, 20 Mei 2025, di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Kabar duka itu menyebar cepat melalui grup-grup WhatsApp, termasuk pesan berbunyi, “Telah wafat bapak Jenderal Polisi Jusuf Manggabarani hari ini Selasa 20 Mei 2025 di RS Wahidin Makassar.”
Sosok kelahiran 11 Februari 1953 ini merupakan Wakapolri periode 2010–2011, dan dikenal luas sebagai polisi lapangan yang tangguh.
Dari barisan Brimob hingga pucuk pimpinan Polri, perjalanan panjang almarhum menggambarkan sosok yang tak hanya loyal, tapi juga rendah hati dan disiplin.
Putra pasangan Manggabarani dan Andi Mani Intan itu merupakan lulusan Akabri 1975. Kariernya dimulai sebagai Komandan Kompi Brimob di Bali, lalu menapaki banyak jabatan strategis di satuan elit Polri.
Ia dikenal sebagai figur pengabdi sejati, yang mengedepankan kerja senyap dan ketegasan di lapangan.
Di Brimob, Jusuf Manggabarani menempati posisi penting, termasuk Komandan Detasemen Gegana dan Komandan Men I Pusbrimob Polri.
Ia juga pernah menjadi Kapolwiltabes Bandung, Wakapolda Sulsel, hingga dipercaya sebagai Kapolda Aceh pada masa-masa genting, serta Kapolda Sulsel di tanah kelahirannya sendiri.
Jabatan penting lainnya yang diemban termasuk Kadiv Propam Polri, Irwasum Polri, dan terakhir Wakapolri sebelum pensiun pada 2011.
Di tiap amanah, almarhum dikenal sebagai pemimpin bersahaja yang menjaga marwah korps dan integritas pribadi.
Alumni PTIK, Sespim, hingga Sespati ini telah mengabdikan lebih dari tiga dekade untuk institusi Polri. Namanya tetap dihormati, terutama di kalangan Brimob yang menjulukinya sebagai panutan sejati.
Kepergian Jusuf Manggabarani menjadi kehilangan besar bagi institusi kepolisian dan masyarakat Sulawesi Selatan. Ia bukan sekadar jenderal, tapi tokoh yang meninggalkan warisan keteladanan.(eng)

Leave a Reply