Enam Hari Jelang PSU, ini Lima Fakta Sejarah Kelam Kota Palopo saat Pilkada

Kota Palopo akan menghadapi Pemilihan Suara Ulang ( PSU ) dalam enam hari ke depan

DATU LUWU. Suasana di Kota Palopo.

KLIKSANDI.COM, Palopo — Kota Palopo akan menggelar Pemungutan Suara Ulang ( PSU ) dalam enam hari ke depan. Daerah berjarak 340 kilometer dari Kota Makassar ini adalah satu-satunya daerah di Sulsel yang menggelar PSU. Palopo memang dikenal memiliki sejarah kelam di setiap proses pemilihan langsung kepala daerah. PSU yang terjadi tahun ini tidak terlepas dari konflik yang terjadi di Pilkada 2024.

Secara beruntun, Pilkada di Kota Palopo selalu diwarnai insiden. Pelaksanaan Pilkada, selalu berujung konflik. Berikut ini, lima fakta menarik tentang sejarah kelam kota Palopo menghadapi pemilihan langsung.

  1. Pilkada 2013; 9 Kandidat, Dua Putaran

Pilkada Palopo yang paling menarik perhatian adalah Pilkada 2013. Saat itu, Pilkada diikuti 9 kandidat dan berujung ke putaran kedua.

Sembilan pasangan calon yang maju terdiri dari lima jalur partai politik dan empat jalur independen.

Lima calon maju lewat parpol yaitu Rahmat Masri Bandaso – Irwan Hamid (Golkar), H.M Jaya – Alimuddin Nur (Hanura, PAN, dan PSI), Haidir Basir – Thamrin Jufri (PPP, PKB, PKPB, PBR, dan PKS), Judas Amir – Akhmad Syarifuddin Daud (PDP, PNBK, Kedaulatan, dan PPDI), Lanteng Bustami – M. Yunus (PDIP dan PDK).

Sementara pasangan calon lewat jalur indepent yaitu A. Akrab Rifai Bassaleng – Pither Singkali, Najamuddin – Abdul Waris Karim, Bustam Titing – Musafir Turu, A. Syaifuddin Kaddiraja – dr. Herman Jaya.

Pilwali Palopo kala itu berlanjut ke putaran kedua. Pasangan calon maju putaran kedua yaitu Haidir Basir – Thamrin Jufri dan Judas Amir – Akhmad Syarifuddin Daud.

  1. Menang Tipis, Empat Gedung Dibakar

Pada putaran kedua, Pilkada Palopo 2013 memenangkan pasangan Judas Amir – Akhmad Syarifuddin Daud memperoleh 37.469 suara. Sementara pasangan Haidir Basir – Thamrin Jufri 36.731 suara. Selisih suara dua pasangan calon hanya 738.

Setelah penetapan Pemenang Pilwali Palopo, kerusuhan terjadi di Palopo. Kerusuhan terjadi pada 13-3-2013.

Peristiwa berawal saat terjadinya lemparan bom molotov. Akibatnya sejumlah kantor pemerintahan terbakar di Kota Palopo.

Kantor pertamakali terbakar kala itu yaitu kantor Golkar. Selain kantor Golkar juga kantor Wali Kota Palopo, Kantor Kecamatan Wara Timur, dan Kantor koran Palopo Pos (Fajar Grup) di Palopo. Total ada 13 tersangka kasus rusuh Palopo saat itu.

Pilwali Palopo kala itu juga berlanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun gugatannya ditolak.

  1. Pilkada 2018; Komisioner KPU Dipecat

Pilwali Palopo 2018 mempertemukan dua pasangan calon. Yaitu pertarungan Wali Kota Palopo Judas Amir vs Akhmad Syarifuddin Daud.

Judas Amir berpasangan Rahmat Masri Bandaso. Rahmat Masri Bandaso berstatus Ketua Golkar Palopo. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palopo mendampingi HPA Tenriadjeng.

Sementara Akhmad Syarifuddin Daud berpasangan Budi Sada. Pilwali Palopo dimenangkan pasangan Judas Amir – Rahmat Masri Bandaso 51.880 suara sah atau 60,42 persenSementara Akhmad Syarifuddin Daud – Budi Sada 33.991 suara.

Pilwali Palopo kala itu berlanjut ke MK. Pasangan Akhmad Syarifuddin Daud – Budi Sada melaporkan terjadinya kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif.Namun MK menolak gugatan Akhmad Syarifuddin Daud – Budi Sada.

Salah satu insiden menyita perhatian yaitu dipecatnya lima anggota KPU Palopo kala itu. Mereka dipecat lantaran tidak menjalankan rekomendasi Bawaslu mendiskualifikasi pasangan Judas Amir – Rahmat Masri Bandaso. Judas Amir kala itu disebut melakukan mutasi enam bulan sebelum Pilwali.

  1. Pilkada 2004 Paling Tenang

Kota Palopo pertama kali menghadapi pemilihan langsung pada 2004 lalu. Pilkada ini juga menjadi Pilkada yang paling tenang. Hampir tidak ada konflik yang terjadi.

Pilkada saat itu diikuti oleh empat kandidat. Mereka adalah HM Judas Amir-Juajir Sumardi, Wirawan A Ikhsan-Andi Timo Pangeran dan Dr Abu Bakar Malinta-Hasan Kamal Qahar Mudzakkar. Ketiganya melawan petahana, HPA Tenriadjeng-Rahmat Bandaso. Tenriadjeng sendiri adalah saat itu adalah karateker Wali Kota Palopo yang ditunjuk saat Kota Palopo dimekarkan dari Kabupaten Luwu.

  1. Daerah Termuda, Tetapi Banyak Konflik

Kota Palopo memang adalah daerah termuda di Sulsel. Dia terbentuk pada 2002 yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Luwu. Daerah kecil ini pertama kali menghadapi pemilihan langsung pada 2004. Di sini, wali kota pertama yang lahir dari pemilihan langsung adalah HPA Tenriadjeng-Rahmat Masri Bandaso. Setelah itu, di setiap Pilkada di Palopo, selalu ada konflik yang terjadi. Penyelenggara pemilihan kerap menjadi sasaran tembaknya. Contohnya pada Pilkada 2018 dan 2024, komisioner KPU dipecat oleh DKPP.

Berikut daftar kepala daerah di Kota Palopo hasil Pemilihan langsung:

1. Patedungi Andi Tenriadjeng- Rahmat Masri Bandaso (6 Juli 2008-6 Juli 2013

2. Muhammad Judas Amir – Akhmad Syarifuddin (6 Juli 2013-6 Juli 2018)

3. Muhammad Judas Amir – Rahmat Masri Bandaso (26 September 2018-26 September 2023).(eng)

    Leave a Reply