KLIKSANDI.COM, Makassar — Manuver elite politik di Golkar Sulsel semakin terlihat. Sejumlah nama disebut sudah bertemu dengan ketua umum partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Kader Golkar Sulsel yang telah menemui Bahlil ialah mantan bupati Gowa, Adnan Purichta Ichan, mantan wali kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS), dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi). Semua pertemuan tersebut berlangsung di Jakarta.
Adnan lebih dulu menyambangi Bahlil di kediamannya di Jakarta pada Senin (31/3). Selanjutnya disusul IAS yang menemui Bahlil di Kantor Kementerian ESDM pada Senin (14/4). Terakhir, ada Appi yang juga menemui Bahlil di Kantor Kementerian ESDM keesokan harinya.
Sekedar diketahui, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) adalah mantan Wali Kota Makassar yang memiliki peran penting di Pilwalkot Makassar 2024. Dia adalah suami dari Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham.
Jika Appi dan IAS akan bertarung di Musda Golkar, maka berpotensi memicu retaknya keharmonisan Appi-Aliyah yang menjabat kurang dari 100 hari ini.
Di sisi lain, Munafri Arifuddin memiliki rekam jejak yang cukup positif. Ia berhasil membawa Partai Golkar menjadi pemenang dalam Pilkada Makassar serta meraih posisi runner-up pada Pemilu 2024 di Kota Makassar. Prestasi ini menjadi nilai tambah bagi Munafri dalam persaingan menuju kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Bagi pengamat politik, ajang ini bukan sekadar pemilihan ketua. Ini pertarungan menentukan wajah Golkar Sulsel pasca-kekalahan. Golkar tidak boleh lagi puas dengan nostalgia kemenangan. Mereka butuh mesin baru, energi baru, dan kepemimpinan yang mampu menyatukan, bukan memecah belah.
“Pemimpin Golkar ideal harus memiliki keterampilan politik yang mumpuni dan rekam jejak yang solid. Yang terpenting adalah mampu menjaga harmonisasi internal dan menjaga citra partai, terutama di masa persaingan politik yang kian ketat,” ujar pengamat politik, Andi Naharuddin.
Satu hal yang pasti, siapa pun yang menang harus mampu membawa partai keluar dari bayang-bayang kekalahan, dan menjadikan Golkar kembali sebagai poros kekuatan politik Sulsel. Musda ini bukan hanya tentang siapa memimpin, tapi tentang siapa yang sanggup mengembalikan martabat beringin yang sempat goyah.(eng)

Leave a Reply