KLIKSANDI.COM, Maros – Meski dalam kondisi ambruk dan berbahaya, warga di Desa Bonto Tallasa, Kabupaten Maros tetap saja melalui jembatan ambruk itu. Warga menilai, jalan alternatif begitu jauh jika harus memutar sehingga pilihannya adalah tetap melalui jembatan itu meski berisiko.
Jembatan yang memiliki panjang 50 meter dan lebar 3 meter itu hingga saat ini belum juga diperbaiki. Warga setempat masih memberikan peringatan untuk tidak melalui jembatan itu karena berisiko kembali ambruk. Namun, peringatan itu tidak dihiraukan.
Beberapa warga, pedagang hingga anak sekolah memilih tetap melalui jembatan itu. Bahkan, mereka rela memarkir kendaraannya di ujung jembatan lalu melaluinya dengan berjalan kaki.
“Sekarang ini sudah tidak bisa lagi, karena memang kondisinya sudah roboh setengahnya. Kami sendiri sudah imbau agar ini tidak dilalui lagi, tapi warga tetap saja lewat karena memang jauh kalau mutar,” kata Kepala Desa Bonto Tallasa, Abbas.
Abbas mengatakan, jembatan itu sudah dua kali ambruk. Pada Maret lalu, warga bergotong royong memperbaikinya hingga akhirnya masih bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
“Bulan Maret lalu ambruk. Warga yang bergotong royong memperbaiki,” ucap Abbas.
Dia menuturkan, ambruknya jembatan itu disebabkan abrasi yang mengikis tanah pondasi pinggiran jembatan. Situasi diperparah dengan hujan yang membuat arus air sungai semakin deras.
“(Penyebab jembatan ambruk) Ada abrasi di pinggir jembatan. Ditambah lagi dengan arus sungai yang cukup deras karena hujan beberapa hari ini,” ujarnya.
Dia menjelaskan, jembatan itu awalnya dibangun oleh keluarga pengusaha Maros, Haji Bohari sekitar 20 tahun lalu. Setelah ambruk pertama kali, jembatan itu diserahkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros.
“Iya sudah dihibahkan oleh pihak keluarganya (Haji Bohari) ke Pemkab. Makanya baru bisa dianggarkan oleh Pemerintah untuk perbaikannya. Tapi sebelum dikerjakan ini sudah rusak lagi dan mungkin akan dibangun ulang,” paparnya.
Ambruknya jembatan itu sangat berdampak bagi warga setempat. Apalagi bagi anak-anak sekolah yang melintasinya setiap hari.
“Makanya saya berharap ini bisa segera ditangani ataupun dicari solusinya. Yah mungkin bisa ada perahu dulu dipakai menyeberangkan anak-anak sekolah,” jelas Abbas.(egg)

Leave a Reply