KLIKSANDI.COM, Bulukumba — Ketua Bidang Keagamaan dan Hubungan Umat Beragama PB PMII, Syamsuddin menitip pesan penting untuk kader PMII Bulukumba. Dia menyebut ada tiga poin penting yang dititip dari ketua umum PB PMII, M Syaifulloh Cokro. Salah satunya adalah menjadi mitra kritis pemerintah.
Hal itu diungkapkan Syamsuddin saat melantik Pengurus Cabang PMII Kabupaten Bulukumba masa khidmat 2025-2026. Pelantikan tersebut berlangsung di aula Pondok Pesantren Babul Khaer, Kecamatan Ujung Bulu, Sabtu (25/5/25) Siang. Kegiatan ini dihadiri Kepala Kesbangpol Kabupaten Bulukumba, GP Ansor Bulukumba, IKA PMII Bulukumba, PC IPNU Bulukumba, PC Fatayat NU Bulukumba, PC Muslimat NU Bulukumba, Kapolres Bulukumba, Dandim 1411 Bulukumba, PK Komisariat STAI Al-Gazali Bulukumba, PK Komisariat Unismuh Bulukumba dan PK Komisariat STIKES PH bulukumba.
Pesan pertama, kata Syamsuddin adalah penguatan Kaderisasi di tingkatan rayon dan Komisariat. Kedua, melakukan advokasi kemasyarakatan harus terus digalakkan dan pengurus cabang diupayakan untuk membentuk wilayah binaan terkait bidang apapun yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi ditengah- tengah masyarakat.
Ketiga, positioning PMII sebagai mitra kritis pemerintah, Istiqomah menjadi garda terdepan mengawal kebijakan publik dan sekaligus berkolaborasi dalam hal pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi kerakyatan.
“Kaderisasi, advokasi dan positioning ketiga hal ini harus menjadi acuan kader PMII di daerah,” pesannya.
Syamsuddin juga dengan tegas menyatakan jika hanya satu cabang yang sah di kabupaten Bulukumba yang di bawah kepemimpinan Syaibatul Hamdi dan Ahmad Irfan. Jika terjadi suatu dinamika itu hal biasa di tubuh PMII yang terpenting saling merangkul dan produktif.
Ketua Cabang PMII Bulukumba, Syaibatul Hamdi menyampaikan bahwa momentum pelantikan PMII Bulukumba bukanlah menjadi akhir dari perjuangan. Dia menyebut, itu menjadi langkah awal untuk melakukan hal yang lebih di butta Panrita lopi.
Solidaritas dan Kerjasama pengurus menjadi hal yang sangat utama dalam PMII Bulukumba kedepannya. Mulai dari jajaran pengurus cabang sampai komisariat.
“Pengurusan ini tak bermakna tanpa kerjasama dari semua pihak, mulai dari Mabincab sampai jajaran sahabat di komisariat,” katanya.
“Tapi yang paling utama adalah mari kita massifkan kaderisasi karena ini menjadi ujung tombak PMII dalam membangun Sumber daya manusia, upgrade soft skill agar menjadi investasi untuk kader – kader PMII dimanapun itu berada,” ujarnya.(egg)

Leave a Reply