KLIKSANDI.COM, Makassar — Teror pria berjilbab di Makassar semakin menjadi-jadi. Seperti pribahasa “serigala berbulu domba” kejahatan seperti ini bermodus penyamaran untuk mengelabui korbannya.
Kasus percobaan pemerkosaan salah seorang mahasiswi di Makassar oleh pria berjilbab, bukanlah yang pertama kali. Ada serangkaian kasus serupa. Dalam dua bulan terakhir, setidaknya ada tiga kasus yang mirip. Semua pelakunya berusaha menyamar di balik jilbab. Uniknya, kasus ini semua terjadi di sekitar wilayah hukum Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Berikut ini adalah deretan teror pria berjilbab di Makassar. Dari percobaan pemerkosaan, hingga perampokan.
1. Pembakaran masjid
Modus kejahatan pria berjilbab pertama yang terjadi dalam dua bulan terakhir adalah kasus pembakaran masjid.
Kasus ini terjadi pada Senin, 8 September 2025. Seorang pria yang mengenakan jilbab masuk ke dalam masjid Al-Mujahidin, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya. Pelaku yang juga memakai masker putih itu tampak menyalakan korek api di area lemari berisi mukena.
Setelah menyalakan korek api, pelaku kemudian meninggalkan masjid. OTK itu juga terlihat menutup pintu pagar sebelum pergi.
Belakangan, pelaku pembakaran masjid itu diketahui adalah seorang pria berjilbab. Namanya Rudi. Dia bekerja sebagai sopir angkutan umum. Tidak hanya membakar masjid di Makassar. Rudi juga membakar Masjid di Maros dan Pangkep. Rudi ditangkap setelah berusaha kembali membakar masjid di Maros.
2. Perampokan Mobil
Teror pria berjilbab juga terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin. Seorang pegawai Bandara mengaku menjadi korban percobaan perampokan mobil oleh seorang pria berjilbab.
Peristiwa bermula saat korban hendak menuju kantornya di kawasan kompleks bandara dengan menggunakan mobil pribadi. Dalam perjalanan, korban yang juga perempuan sempat memberikan tumpangan kepada seorang berkerudung yang terlihat berlari kecil ke arah bandara.
Pelaku kemudian duduk di kursi penumpang belakang. Namun, ketika mobil sampai di gerbang tol bandara, pelaku meminta korban balik arah namun ditolak, sehingga korban dicekik dari belakang.
Korban kemudian keluar dari mobil untuk meminta pertolongan. Tetapi pelaku, malah mengambil alih kemudi dan membawa lari mobil itu. Pelaku yang membawa mobil itu panik dan menabrak sebuah pohon.
Polisi menduga pelaku adalah orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Polisi menyebut pelaku bertingkah aneh ketika diinterogasi.
Selain itu, pria yang belum diketahui identitasnya itu hanya menggunakan sarung tanpa celana.
3. Percobaan Pemerkosaan
Kasus terakhira adalah percobaan pemerkosaan seorang mahasiswi di Makassar berinisial AU (19). Pelakunya adalah seorang pria yang menyamar menjadi wanita dengan mengenakan jilbab.
Kasus percobaan pemerkosaan ini terjadi di sebuah indekos yang ada di Jalan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Senin, 6 Oktober 2025. Sebelum melakukan aksinya, pelaku sempat memadamkan aliran listrik di indekos korban.
Kasus ini terungkap setelah pemilik indekos, Murni (40) melaporkan kejadian itu ke kepolisian. Dia menyebut, pelaku melakukan aksinya pada pukul 01.00 dini hari. Pelaku memadamkan lampu salah satu kamar indekos itu. Korban yang terbangun dari tidurnya, lalu membuka pintu untuk menyalakan kembali lampu kamarnya.
Tidak disangka, di depan indekos itu sudah ada sesosok orang yang mengenakan jilbab yang menghadap ke belakang. Korban awalnya tidak curiga, lalu mendekatinya.
Tiba-tiba, pelaku langsung mencekik korban, mendorongnya masuk ke kamar. Pelaku kemudian menggerayangi korban dan membungkukkan badan korban ke arah toilet.
“Tiba – tiba pelaku yang memakai jilbab panjang langsung mencekik leher korban dan menundukkan kepala korban, lalu mendorong korban ke arah kamar mandi,” kata Bhabinkamtibmas Kelurahan Paccerakkang, Aiptu Gernos Manda menceritakan laporan pemilik indekos.(egg)

Leave a Reply