BREAKING NEWS: Kantor DPRD Makassar Terbakar, Massa Kini Serang Kejati Sulsel

ilustrasi: kobaran api

ilustrasi: kobaran api

KLIKSANDI.COM, Makassar — Tidak hanya mobil di Kantor DPRD Makassar yang jadi sasaran amuk massa. Kini seluruh gedung kantor DPRD Makassar ikut terbakar. Aparat TNI AD sekarang dikerahkan untuk pengamanan objek vital tersebut.

Massa kini beralih ke kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel. Kantor Kejati Sulsel yang terletak di Jalan Urip Sumiharjo kini mulai diserang kelompok massa. Pantauan penulis, titik api mulai terlihat di dalam kantor Kejati Sulsel.

“Sudah terbakar sebagian di kantor Kejati Sulsel,” kata seorang warga, Malik.

Kelompok massa di Makassar kini terus melakukan aksi unjuk rasa sampai saat ini. Aparat TNI dan Polri tidak bisa berbuat banyak menghadapi kelompok massa yang kian anarkis itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah massa yang mengenakan pakaian serba hitam meninggalkan titik unjuk rasa di depan kampus UNM dan berjalan sekitar 1 kilometer menuju pos lantas. Di lokasi itu, massa merusak fasilitas dan kemudian membakar bangunan pos hingga menimbulkan kobaran api besar.

Hingga pukul 20.53 Wita, api masih terlihat menyala tanpa ada petugas yang melakukan pemadaman. “Banyak sekali tadi datang, langsung dibakar ini pos. Tidak ada orang di dalam (kosong),” kata Erni, seorang warga sekitar.

Sementara, sebagian massa yang menutup jalan AP Pettarani juga bergerak ke kantor DPRD Makassar, di sisi lain pos polisi itu. Massa kini menyerang kantor DPRD Makassar.

“Massa kini bergerak ke kantor DPRD Makassar. Pos penjagaan kantor DPRD Makassar mulai jadi sasaran,” kata seorang warga lainnya, Resky.

Tak hanya di sekitar UNM, aksi serupa juga digelar di beberapa titik lain di Makassar, yakni di depan Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Jalan Urip Sumoharjo, depan Universitas Hasanuddin (Unhas) di Jalan Perintis Kemerdekaan, hingga kawasan Flyover Makassar.

Hingga berita ini diturunkan, tidak terlihat aparat kepolisian melakukan pengamanan di titik aksi UNM dan lokasi lainnya. Dalam orasinya, massa menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya.

“Kami di sini meminta agar Kapolri dicopot, sudah terlalu banyak pelanggaran yang terjadi selama dia menjabat,” ujar salah seorang orator.

Gelombang demonstrasi meluas sejak Senin (25/8/2025), dipicu isu kenaikan tunjangan DPR RI di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang lesu. Situasi semakin memanas setelah insiden meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online, yang tewas tertabrak kendaraan taktis Brimob saat aksi di Jakarta.(egg)

Leave a Reply