KLIKSANDI.COM, Sinjai — Sejumlah objek wisata di Kabupaten Sinjai diketahui mulai kalah saing dengan objek wisata yang dikelola oleh swasta atau perorangan. Bahkan, tahun ini, kunjungan wisata di sejumlah objek wisata milik pemerintah mengalami penyusutan hingga 30 persen.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sinjai, Tamsil Binawan mengakui jika objek wisata yang dikelola pemerintah saat ini mengalami penyusutan. “Tahun ini pengujung berkurang,” kata Tamsil.
Tamsil menyebut penurunan wisatawan mencapai 30 persen. “Dari tahun lalu dengan waktu yang sama sekitar 30 persen,” ujarnya.
Berbagai faktor kata Tamsil yang membuat wisatawan menurun. Mulai dari faktor ekonomi, fasilitas hingga adanya tempat wisata baru yang dikelola oleh swasta.
“Jadi faktor inilah yang menyebabkan kurangnya kunjungan wisata,” katanya.
Tamsil menuturkan rata-rata biaya masuk ke Destinasi Wisata di Sinjai Rp10 ribu untuk dewasa dan Rp5 ribu anak-anak. Tamsil mencontohkan destinasi wiata yang sepi pengujung yakni air terjun kembar di Lembang Lohe, Kecamatan Tellulimpoe. Fasilitas destinasi wisata alam saat ini sudah rusak akibat bencana alam.
“Ada beberapa fasilitas rusak seperti air terjun kembar yang rusak karena longsor,” ujarnya.
Meski begitu, Disparbud Sinjai akan melakukan upaya agar tingkat pengunjung wisata kembali meningkat. “Salah satu cara yang kami akan lakukan adalah pelaksanaan event di lokasi wisata,” katanya.
Sebelumnya, Hutan Mangrove Tongke-Tongke di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, memprihatinkan. Meskipun masih beroperasi, objek wisata alam ini tidak seramai dulu. Objek wisata ini sepi pengunjung. Kondisi Hutan Mangrove Tongke-Tongke tampak terabaikan.
Dermaga terbuat dari kayu sudah rusak. Kayu dermaga telah terlepas dan ada yang lapuk. Kondisi terparah terdapat di pertengahan dermaga. Kayu penyangga dan pembatas telah terlihat miring dan jatuh.
Tak hanya itu, papan nama yang terbuat dari plat aluminium bertuliskan “Tongke-Tongke” sudah berjatuhan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan wisatawan tidak lagi berminat ke destinasi wisata ini. “Pengunjung tidak seramai dulu karena sudah banyak fasilitas yang rusak,” kata petugas karcis, Nuraeni.(egg)

Leave a Reply