KLIKSANDI.COM, Bantaeng — Aksi buruh pabrik smelter PT Huadi di Kabupaten Bantaeng mulai memanas. Dua kelompok massa saling berhadap-hadapan di depan pintu gerbang PT Huadi Nickel Alloy, Kamis, 17 Juli 2025, malam.
Pihak buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi (SBIPE) memastikan jika massa aksi itu bukanlah buruh ataupun warga sekitar. Mereka memastikan massa itu tidak ada kaitannya dengan massa aksi buruh di PT Huadi.
“Malam ini kondisi mulai memanas. Sudah ada kelompok massa yang sama sekali tidak terkait dengan kami. Kami memohon doa dan dukungan teman-teman,” kata seorang buruh dalam akun live SBIPE, Kamis, 17 Juli 2025, malam.
Dia menyebut, dua titik konsentrasi massa ini sudah dua kali mendekati massa aksi buruh. Pada sore hari, massa aksi serupa juga mendekati massa aksi buruh.
“Kami belum tahu apa kepentingan mereka. Semoga ini bukan bagian dari intimidasi terhadap massa aksi,” jelas dia.
Tidak hanya itu, setiap saat sebuah drone juga terlihat terbang di atas massa aksi. Drone tersebut datang dari arah dalam pabrik smelter.
“Beberapa kali drone terbang dari arah dalam pabrik. Kondisi sekarang mulai makin memanas. Kami mohon doa dan dukungannya,” jelas dia.
Hari ini adalah aksi hari ke empat massa buruh yang tergabung dalam SBIPE Bantaeng. Mereka melakukan aksi sampai harus menginap di depan pintu gerbang PT Huadi. Aparat kepolisian terus berjaga-jaga di kawasan itu.
Pimpinan massa aksi yang terlihat dalam video itu mencoba mengumpulkan massa buruh. Dia berpidato menggunakan pengeras suara dan menyatakana bahwa SBIPE telah melaporkan pihak PT Huadi Nickel Alloy ke Polres Bantaeng terkait dengan pidana penggelapan upah.
“Melalui kawan-kawan LBH, kita telah melakukan pelaporan ke Polres Bantaeng terkait dengan kasus penggelapan upah,” kata dia.
Dia juga mengatakan, laporan itu diharapkan dapat menjadi pintu masuk kepolisian untuk segera melakukan pencekalan terhadap para pimpinan di PT Huadi. Dia menyebut, hal itu perlu dilakukan agar para pimpinan PT Huadi tidak kabur meninggalkan Bantaeng.
“Ini juga kita lakukan dan berharap Kapolres dapat melakukan upaya pencekalan agar pimpinan PT Huadi tidak kabur meninggalkan Bantaeng,” jelas dia.(egg)

Leave a Reply