Beda Perlakuan; Polisi Gercep Ungkap Kasus Penembakan di Gowa, di Bone Belum Terungkap

Foto mendiang pengacara di Bone, Rudy S Gani yang tewas tertembak. Hingga kini pelakunya masih berkeliaran.

TIDAK TERUNGKAP. Foto mendiang pengacara di Bone, Rudy S Gani yang tewas tertembak. Hingga kini pelakunya masih berkeliaran.

KLIKSANDI.COM, Bone — Kasus penembakan pengacara di Bone bernama Rudy S Gani di Kabupaten Bone pada Desember 2024 lalu belum terungkap hingga saat ini. Berbeda dengan kasus penembakan staf desa di Gowa, polisi hanya butuh waktu kurang dari 30 hari untuk menangkap pelakunya.

Sudah enam bulan berlalu sejak penembakan terhadap pengacara Rudy S Gani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, namun pelakunya hingga kini belum juga terungkap.

Kasus ini bermula saat Rudy tengah merayakan malam tahun baru bersama keluarganya di Dusun Limpoe, Desa Pattuku, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone. Saat itu, dia tiba-tiba ditembak oleh orang tak dikenal.

Pihak kepolisian mengaku masih terus melakukan penyelidikan secara intensif, untuk mengungkap pelaku penembakan. Meski mereka juga dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan.

“Saya sampaikan, sampai saat ini di Bone kami masih terus bekerja. Tim kami masih ada di sana,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel Kombes Setiadi Sulaksono, Selasa (8/7/2025).

Kendala utama dari kasus di Bone ini, kata dia, karena tidak ada CCTV di sekitar TKP penembakan. Menurutnya hal itu salah satu kendala besar dalam pengungkapan kasus ini.

“Kendalanya kalau di sana yang pertama CCTV itu tidak ada, terus kita juga mengambil seperti DNA yang di tempat yang dia (pelaku) lalui ini kita tidak temukan waktu itu,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa lokasi penembakan merupakan area terbuka, yang memperbesar kemungkinan hilangnya jejak pelaku sebelum tim penyidik tiba di lokasi. “Itu memang agak sulit karena di tempat terbuka. Nanti kalau tersangkanya ditangkap ya kita update,” kata Setiadi.

Namun, Setiadi mengaku terus berupaya memecahkan kasus yang menjadi sorotan publik ini. “Insyaallah kita segera mengungkap. Kita berupaya karena banyak sekali klaster-klaster di situ. Mungkin memang orang dalam kampung itu,” jelasnya.

Meski belum ada yang dicurigai, Setiadi berjanji bakal segera mengungkap kasus penembakan ini. “Nantilah, kalau ada (yang dicurigai) kami (akan) update,” bebernya.(egg)

Leave a Reply