KLIKSANDI.COM, Bantaeng — Pupuk subsidi di Kabupaten Bantaeng kembali bermasalah. Akibatnya, sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bantaeng, menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Bupati Bantaeng dan didepan Kantor Dinas Pertanian.
Jenderal Lapangan (Jendlap) GMNI Cabang Bantaeng, Taufik Kiemas menyebut pemerintah Kabupaten Bantaeng tidak serius menangani persoalan pupuk di Bantaeng. Buktinya, sejumlah daerah di Kabupaten Bantaeng mengalami kelangkaan pupuk.
“Aksi GMNI ini adalah bentuk protes terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng dan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng yang tidak serius menanggapi persoalan pupuk,” kata Taufik.
Dia meminta pertanggungjawaban Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng atas kinerja beberapa Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang dinilai mereka, bekerja tidak maksimal. Mereka juga menyebut PPL tidak menjalankan tugasnya dengan baik sehingga para petani tidak mendapatkan informasi soal pupuk bersubsidi.
“Kami sangat kecewa dengan kinerja Pemkab Bantaeng, khususnya Dinas Pertanian yang memberi kesan mengabaikan masalah petani dan itu sangat menciderai perasaan para petani di Bantaeng,” tegasnya.
Sementara Ketua GMNI Bantaeng, Jabal Rakhmad saat berorasi, menyebut sebagian besar pengecer pupuk subsidi di Bantaeng bermasalah. Mereka telah melakukan pelanggaran sehingga pupuk subsidi di Bantaeng selalu langka.
“Tugas pengecer pupuk bersubsidi sudah diatur dalam Permendag Nomor 4 Tahun 2023 pada Pasal 12 dan Pasal 13 huruf (f) dan (h). Namun faktanya di Bantaeng, banyak pengecer pupuk bersubsidi yang telah melanggar Permendag itu,” kata Jabal Rakhmad.(egg)

Leave a Reply