KLIKSANDI.COM, Makassar — Sebanyak delapan remaja di Makassar kedapatan kumpul kebo di sebuah bekas wisma tua. Mereka hidup di Wisma itu tanpa penerangan dan tidur di dua kasur bekas. Delapan remaja itu terdiri dari lima anak laki-laki, dan tiga perempuan.
Mereka tinggal di sebuah bangunan tua kosong bekas wisma yang terbengkalai di Jalan Prof Basalamah eks Racing Center, Kecamatan Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan. Di dalam wisma tua itu, ada sebuah kasur tua. Mereka tinggal di kamar itu tanpa penerangan.
“Saat kami melaksanakan patroli Kamtibmas, mendapatkan laporan masyarakat adanya sekelompok anak muda diindikasikan melakukan kumpul kebo di salah satu kamar wisma terbengkalai tersebut,” ujar Kepala Unit I Reskrim Polsek Panakukang, Ipda Subhan.
Di antara delapan remaja itu, enam orang di antaranya masih dalam kategori di bawah umur. Dua orang lainnya adalah pemuda. Hanya satu orang yang sekolah. Selebihnya putus sekolah.
Dari keterangan mereka, diduga tempat tersebut terindikasi dijadikan lokasi kumpul kebo, karena sudah beberapa hari ditinggali. Para remaja ini ada mengaku melarikan diri dari rumah, bahkan seorang diantaranya berdalih tidak dipedulikan orang tuanya.
Meski demikian, pihaknya tidak percaya kemudian membawanya ke Polsek Panakukang untuk diperiksa dan didata.
“Hasil interogasi, ada indikasi mereka melakukan tindakan tertentu berupa perbuatan asusila. Untuk penanganan tindak lanjutnya, delapan orang ini diamankan di Polsek Panakukang dan kami berupaya menghubungi keluarga dari anak muda tersebut,” tutur Subhan.
Barang bukti yang diamankan dari penggerebekan tersebut sebanyak delapan ponsel android. Ponsel-ponsel ini diperiksa polisi apakah memiliki aplikasi tertentu berkaitan situs prostitusi daring (online) atau tidak.
Atas penindakan ini, Subhan mengimbau dan mengingatkan orang tua agar terus mengawasi secara ketat anak-anaknya, jangan sampai terpengaruh pergaulan bebas hingga terjerumus pada tindak pidana yang bisa merusak masa depan mereka.(egg)

Leave a Reply