Hujan Beberapa Jam, Bantaeng dan Bulukumba Banjir (lagi)

Sepasang pengantin yang menerobos banjir dengan becak.

Sumber Foto: rubrik.co.idSepasang pengantin yang menerobos banjir dengan becak di Bulukumba.

KLIKSANDI.COM, Bantaeng — Hujan deras mengguyur wilayah Bantaeng dan Bulukumba sejak pagi hari, Kamis (12/6/2025), mengakibatkan banjir di sejumlah titik di dua daerah itu. Poros Bantaeng-Bulukumba maupun sebaliknya jadi macet total.

Di Bantaeng, banjir terjadi di daerah Pa’jukukang. Jalan poros tidak jauh dari pasar Lambocca ini macet total karena genangan air yang sampai di lutut orang dewasa.

Tidak hanya di jalan poros, terminal Bantaeng juga terkena banjir. Begitupun sejumlah wilayah di daerah Kecamatan Tompobulu dan Desa Baruga, Kabupaten Bantaeng. Elevasi air yang ada di Cekdam Balangsikuyu sempat berada di zona merah. Dinas Kominfo Bantaeng juga mengeluarkan edaran melalui akun resmi Pemkab Bantaeng tentang status siaga.

Di Kabupaten Bulukumba, banjir terjadi Jl. Pahlawan, jalan poros utama Bulukumba-Bantaeng. Genangan air yang cukup tinggi menutupi seluruh badan jalan.

Akibatnya, akses kendaraan menjadi terganggu dan kemacetan panjang tak dapat dihindari. Ketinggian air dilaporkan mencapai lutut. Beberapa kendaraan, terutama sepeda motor, mogok setelah mencoba menerobos banjir.

“Sudah banyak motor langsung mati mesin saat melintas,” kata seorang warga yang membantu pengendara di lokasi banjir.

Tak sedikit pengendara nekat tetap melaju, namun akhirnya terpaksa berhenti di tengah jalan karena mesin kendaraan mereka mati.

“Saya tadi kira masih bisa lewat, tapi ternyata airnya dalam sekali. Motor saya langsung mati mesin di tengah,” ujar Fadli (27), salah satu pengendara motor asal Bantaeng.

Fadli mengaku harus mendorong motornya ke pinggir jalan dibantu oleh warga.

Ia berharap ada solusi dari pemerintah agar masalah banjir di jalan poros ini tidak terus berulang.

“Ini jalan utama, harusnya ada penanganan yang serius,” keluhnya.

Sejumlah warga terlihat membantu para pengendara melintasi banjir. Mereka menuntun motor dan menunjukkan jalur yang lebih aman.

Warga berjaga di titik-titik terdalam genangan untuk mengantisipasi pengendara yang terjebak. Aksi spontan ini menjadi bentuk solidaritas masyarakat terhadap sesama pengguna jalan.

Polres Bulukumba juga mengerahkan personel ke lokasi. Petugas terlihat sibuk mengatur lalu lintas dan mengarahkan kendaraan ke jalur yang lebih aman.

“Kami imbau pengendara agar tidak memaksakan diri melintasi banjir demi keselamatan,” kata seorang petugas di lokasi.

Hingga sore hari, genangan air masih belum surut sepenuhnya. Arus lalu lintas masih tersendat di titik banjir tersebut.

Pengantin Terobos Banjir dengan Becak

Banjir yang terjadi di jalan Nangka, kelurahan Loka, kecamatan Ujung bulu, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan tidak membuat pasangan pengantin untuk sampai ke lokasi rumah mempelai pria Kamis 12 Juni 2025.

Di lokasi banjir rombongan pengantin perempuan terpaksa harus berhenti jauh dari rumah mempelai pria karena banjir hampir setinggi 50 sentimeter menggenangi jalan menuju lokasi acara mempelai pria.

” Tidak bisa sampai di lokasi karena banjir sehingga harus menumpang becak ke lokasi,” Ujar Aiptu Usman anggota satlantas polres Bulukumba yang mengawal rombongan pengantin.

Menurut Aiptu Usman karena jarak rumah mempelai pria jauh dari lokasi dimana rombongan pengantin wanita berhenti sehingga warga sekitar lokasi menyarankan agar menumpangi becak ke lokasi rumah mempelai pria.

Pasangan pengantin kemudian menerobos banjir dengan becak serta pengawalan sejumlah kerabat pegantin dan pihak kepolisian dari satuan lalu lintas melalui bajir.

” Alhamdulillah keduanya sampai di lokasi rumah mempelai pria dengan selamat,” Kata Usman.

Sementara itu Ardi salah seorang pengendara yang berada di lokasi banjir juga ikut membenarkan kalau pasangan pegantin menerobos banjir dengan menggunakan becak.

” Air tinggi saya saja tidak berani menyebarkan karena pasti sepeda motor saya rusak makanya saya putar haluan cari jalan lain,” Kata Ardi.

Menurut Ardi jalan Nangka dan jalan Rambutan, kelurahan loka memang selama ini menjadi langganan banjir.(egg)

Leave a Reply