Hadapi Ancaman Kekeringan 2025, Mendagri Perintahkan Pemda Genjot Program Pompanisasi dan Irigasi

Mendagri Tito Karnavian

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian jelaskan peran penting BUMD mendukung PAD.

KLIKSANDI.COM – Hadapi ancaman kekeringan di tahun 2025. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh pemerintah daerah (Pemda) di Indonesia.

Intruksi kepada Pemda itu untuk segera mempercepat pelaksanaan program pompanisasi dan irigasi. Perintah ini menjadi langkah antisipasi krusial dalam menghadapi potensi kelangkaan air selama beberapa bulan ke depan.

“Karena ini berhubungan dengan masalah ketersediaan air di bulan Juni, Juli, Agustus, September yang dianggap kritikal, karena beberapa daerah akan menghadapi musim kemarau, sehingga kita terus mendorong produksi agar tidak jauh berkurang,” ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/6/2025).

Arahan ini disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Swasembada Pangan Menghadapi Musim Kemarau 2025, yang digelar secara hybrid dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.

Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan

Mendagri Tito menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas tingkatan pemerintahan dalam memperkuat jaringan irigasi, mulai dari primer, sekunder, hingga tersier.

Hal ini sejalan dengan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.

Menurut Tito, Inpres ini berfungsi sebagai payung hukum agar pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dapat bekerja sama secara terintegrasi, tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

“Ini harus kita keroyok rame-rame istilahnya,” tegasnya.

“Dulu dibagi-bagi, pusat hanya irigasi primer, provinsi sekunder, kemudian kabupaten/kota tersier, tapi tidak ada yang sinkron karena 552 daerah, dari pusat juga engga bisa mengcover semua.”

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mendukung program nasional, tetapi juga berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di masing-masing daerah.

Oleh karena itu, Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum (PU di seluruh daerah diminta untuk aktif terlibat.

“Kepala Dinas Pertanian provinsi, kabupaten, kota, tolong cek kondisi persawahan daerah masing-masing yang membutuhkan air, cek. Kepala Dinas PU seluruh provinsi, kabupaten, kota, cek mengenai ketersediaan air termasuk irigasi di daerah masing-masing. Nanti akan ada rapat khusus mengenai ini,” ungkapnya.

Kementerian PU Fokus pada Pemanfaatan Air Dalam

Menanggapi arahan tersebut, Menteri PU, Dody Hanggodo, yang hadir secara virtual, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan di berbagai titik irigasi sebagai antisipasi menghadapi musim kemarau.

Kementerian PU kini memfokuskan pekerjaan pada pemasangan pompa air dalam dengan kedalaman lebih dari 50 meter.

“Kita tidak bermain di air permukaan, tapi di air dalam. Karena kita khawatir kalau kita bermain di air permukaan nanti penurunan muka air, penurunan tanah bisa terjadi. Jadi, itu juga dilihat dari sisi lingkungannya,” jelas Dody.

Dody menambahkan, saat ini sejumlah daerah masih mengalami hujan deras, sesuai prediksi anomali cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menghadapi ketidakpastian iklim tersebut, Kementerian PU menyatakan kesiapan penuh mendukung program swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai langkah strategis.

“Saya sudah menginstruksikan untuk fokus di kemarau dengan pengadaan pompa dan seterusnya,” tandasnya. (*)

Leave a Reply