Ibu Hamil di Pangkep Keguguran karena Ambulans Kehabisan BBM

ilustrasi ibu hamil

ilustrasi ibu hamil

KLIKSANDI.COM, Pangkep – Seorang ibu hamil di Pangkep berusia 26 tahun inisial AS, menangis sejadi-jadinya. Dia keguguran lantaran penanganan medis yang lambat. Mobil ambulans yang seharusnya mengantar dia untuk bersalin, ternyata kehabisan bahan bakar.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu pagi, 1 Juni 2025. Suami korban, SB (27), membawa istrinya ke puskesmas sekitar pukul 07.30 Wita lantaran mengalami pendarahan hebat saat kehamilan memasuki usia tiga bulan. Sempat dinyatakan perlu dirujuk ke RSUD Batara, proses rujukan justru tersendat karena hal yang tragis yaitu tangki ambulans kosong.

“Pas mau dibawa, sopirnya bilang tidak ada bensinnya ambulans,” tutur SB, tak menyembunyikan kekecewaan.

Keluarga pasien menunggu hingga satu jam. Dalam kondisi darurat seperti itu, waktu menjadi pembeda antara hidup dan kehilangan. Begitu ambulans akhirnya melaju, nyawa kecil yang dikandung AS telah terguncang oleh pendarahan tanpa penanganan memadai.

Lebih memilukan lagi, sopir ambulans mengaku mengisi BBM dari hasil “patungan” sesama petugas medis. Bukan dari anggaran resmi, melainkan uang pribadi—sebuah pengakuan getir dari lini depan layanan kesehatan masyarakat.

Kepala Puskesmas Labakkang, Nurhayati Rahman, mengklaim bahwa BBM ambulans sebenarnya cukup untuk mengantar pasien, meski tidak cukup untuk kembali. Ia menyebut sopir ambulans sengaja membuat alasan karena kecewa tidak diperpanjang masa kerjanya.

Ia pun menegaskan bahwa bukan uang pribadi sopir, melainkan dana talangan dari bidan yang digunakan, yang kemudian diganti pihak puskesmas.

“Kalau habis tinggal lapor saja,” ujarnya, menandaskan bahwa puskesmas tidak kekurangan anggaran BBM.

Namun laporan SB dan kenyataan di lapangan berkata lain. Dalam sistem yang macet di akhir pekan, birokrasi yang kaku, dan koordinasi yang tumpul, seorang ibu kehilangan janinnya.

Di antara silang pembelaan dan tudingan, satu hal tak bisa dibantah: nyawa kecil itu tak sempat diselamatkan. Bukan karena tak ada rumah sakit. Bukan karena tak ada ambulans. Tapi karena tak ada bensin.(eng)

Leave a Reply