KLIKSANDI.COM, Polman — Sapi kurban yang akan dibeli oleh presiden RI, Prabowo Subianto tiba-tiba mati mendadak di kandangnya di Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kotoran dan organ sapi yang diberi nama Turbo itu kini sedang diteliti di Kabupaten Maros.
Kejadian ini menarik perhatian tim dokter hewan dari Dinas Peternakan setempat yang segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian sapi tersebut. Tim dokter hewan telah mengambil sampel darah, kotoran, dan sejumlah organ tubuh, termasuk hati, untuk dianalisis.
Sampel-sampel tersebut telah dikirim ke Balai Veteriner Maros, Sulawesi Selatan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil dari uji laboratorium diperkirakan akan diketahui dalam waktu 3 hingga 5 hari ke depan.
Sebelum kematian, sapi yang bernama Turbo ini masih sempat dimandikan dan diberi makan oleh pemiliknya, Dedi Irawan. Dedi mengungkapkan bahwa ia sempat mengusap badan dan kepala sapi tersebut sebelum mendapati sapi itu tiba-tiba ambruk sekitar pukul 9 pagi.
“Saya sangat sedih atas kematian sapi ini. Saya telah melakukan tanda tangan kontrak pembelian sapi kurban dengan pihak sekretariat kepresidenan pada hari Rabu kemarin,” ujar Dedi.
Sapi ini dijual dengan harga 125 juta rupiah dan telah disetujui oleh pihak sekretariat kepresidenan.
Rencananya, sapi tersebut akan dibawa ke ibukota provinsi Sulawesi Barat, Mamuju, untuk disembelih pada hari raya Idul Adha dan dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat. Namun, dengan kematian mendadak ini, Dinas Peternakan Kabupaten Polewali Mandar kini berfokus untuk mengetahui penyebab pasti kematian sapi tersebut, yang diduga akibat keracunan.
Sementara itu, tim dokter telah melakukan pemeriksaan awal untuk penyakit antraks dan penyakit mulut dan kuku (PMK). Hasil uji cepat untuk antraks menunjukkan negatif, namun hasil untuk penyakit lainnya masih menunggu dari laboratorium kesehatan hewan di Kabupaten Maros.
1.560 Hewan Kurban
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Sulawesi Selatan memastikan ketersediaan hewan kurban mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Maros, Fadli, menyampaikan, berdasarkan data sementara, jumlah hewan kurban yang telah terdata mencapai 1.560 ekor.
Ia menyebut jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 1 hingga 2 persen di banding tahun lalu. dia juga memastikan ketersediaan hewan ternak di Maros juga cukup untuk memenuhi kebutuhan kurban. Menurutnya, Maros adalah salah satu daerah penghasil ternak terbaik di Sulsel.
“Untuk ketersediaan hewan kurban jenis sapi yakni 1.498 ekor, sedangkan untuk kerbau 4 ekor dan kambing 58 ekor,” ujar Fadli saat dikonfirmasi, Minggu (18/5/2025).
Meski data bersifat sementara, Fadli memperkirakan total hewan kurban disembelih di Maros tahun ini tidak akan jauh berbeda.
“Ini masih data sementara yang kami ambil dari tempat pemotongan hewan, tapi nanti secara keseluruhan tidak terlalu jauh dari jumlah tersebut,” katanya.
Sementara itu, harga hewan kurban di Maros mengalami kenaikan cukup signifikan menjelang Iduladha.
Mantan Kepala BPBD Maros itu menyebut, rata-rata kenaikan harga hewan kurban tahun ini mencapai Rp3 juta hingga Rp5 juta dibanding hari-hari biasa. Bahkan, saat ini beberapa hewan ternak sudah dijual di pasaran dengan harga yang cukup tinggi. Kisarannya bahkan menembus di angka Rp25 juta per ekornya. Tergantung bobot ternak yang akan dijual.
“Harga hewan sekarang bervariasi tergantung jenis dan ukurannya. Rata-rata yang banyak itu di kisaran harga Rp14 juta sampai Rp20 juta, bahkan ada sampai Rp25 juta ke atas,” jelasnya.
Untuk menjamin kesehatan hewan kurban, pihaknya membentuk tim dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang turun langsung ke lapangan. Tim ini akan melakukan pemeriksaan secara berkala kepada ternak-ternak yang akan dikurbankan di hari raya idul adha nanti.
“Saat ini teman-teman dari Puskeswan sudah membentuk tim yang mendatangi masing-masing tempat pemotongan hewan maupun pengumpul. Mereka memeriksa apakah hewan kurban dalam kondisi sehat atau tidak,” bebernya.
Jika ditemukan hewan sakit, lanjut Fadli, akan segera diisolasi dan diberikan pengobatan.Sementara hewan dinyatakan sehat akan diberi vaksin sebagai langkah pencegahan.
“Kami pastikan hewan akan dikurbankan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi,” pungkasnya.(eng)

Leave a Reply