Pesawat ATR 400 Hilang Kontak, Warga Dengar Ledakan dan Lihat Kobaran Api di Kawasan Bulusaraung Maros

BEREDAR. Foto warga yang disebut-sebut kobaran api di kawasan Bulusaraung yang diperkirakan sebagai ledakan pesawat ATR 400 yang hilang kontak di Maros. Pihak Basarnas masih mengelola kebenaran informasi ini.

BEREDAR. Foto warga yang disebut-sebut kobaran api di kawasan Bulusaraung yang diperkirakan sebagai ledakan pesawat ATR 400 yang hilang kontak di Maros. Pihak Basarnas masih mengelola kebenaran informasi ini.

KLIKSANDI.COM, Maros Sejumlah warga di sekitar Kawasan Bulusaraung mengaku sempat mendengar suara ledakan yang diperkirakan lokasi jatuhnya pesawat ATR 400. Selain ledakan, juga ada kobaran api yang sempat direkam oleh warga dari kejauhan.

Salah seorang warga, Daeng Bahar, mengatakan suara ledakan terdengar dari arah Gunung Lapiau, Leang-Leang. Selain suara ledakan, warga lainnya juga mengaku melihat kepulan asap tidak lama setelah peristiwa tersebut.

“Iya, sempat ada suara ledakan di daerah Gunung Lapiau, Leang-Leang,” ujar Daeng Bahar, Sabtu (17/1/2026) sore.

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Hamsidar, mengatakan pihaknya telah menerima keterangan dari warga dan saat ini masih melakukan pendalaman di lapangan.

“Namun saat ini kami belum bisa memastikan kebenarannya dan masih melakukan verifikasi di lapangan,” ujar Hamsidar.

Hamsidar menegaskan, fokus utama tim SAR saat ini adalah melakukan pencarian berdasarkan koordinat hilangnya kontak pesawat yang diterima dari AirNav Makassar.

“Tim kami masih fokus melakukan penyisiran di sekitar titik koordinat yang telah ditentukan. Semua informasi dari masyarakat akan kami jadikan bahan pendukung dalam operasi pencarian,” jelasnya.

Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).

Sebelumnya, sebuah pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).

Informasi hilangnya kontak pesawat tersebut diterima sekitar pukul 13.17 WITA. Pesawat diduga berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan perkiraan koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.

Kepala Operasi Basarnas Makassar, Hamsidar, membenarkan informasi tersebut dan memastikan tim SAR telah bergerak menuju titik koordinat hilangnya kontak pesawat. Berdasarkan data sementara, pesawat tersebut mengangkut total 11 orang yang terdiri dari 8 orang kru dan 3 orang penumpang.(egg)

Leave a Reply