KLIKSANDI.COM, Makassar — Pemerintah Kota Makassar resmi memulai proyek perluasan Jembatan Barombong. Saat ini, proyek itu dimulai pada tahap pembebasan lahan.
Sesuai jadwal, tahap pembebasan lahan ini ditargetkan rampung pada pertengahan 2026. Jembatan ini dikerjakan untuk mengurai kemacetan kerap terjadi, jembatan yang menghubungkan Makassar–Takalar.
Kepala Dinas Pertanahan Kota Makassar, Sri Sulsilawati mengatakan, pihaknya telah menerima mandat untuk menyiapkan lahan pembangunan jembatan tersebut.
Prosesnya dimulai dengan penganggaran dan pembentukan tim pelaksana yang bertugas menyusun dokumen rencana pengadaan tanah.
Tim ini bekerja sama dengan konsultan, serta menjalin koordinasi internal dan eksternal, termasuk melibatkan aparat penegak hukum seperti kejaksaan dan kepolisian sebagai pendamping hukum.
“Persiapan intensif dilakukan sejak Maret dan April. Kami targetkan pengadaan langsung kepada masyarakat pemilik lahan bisa dimulai pada triwulan kedua tahun ini,” ujar Sri.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan bersama Dinas PU, kelurahan, dan kecamatan, terdapat tiga bidang tanah yang akan dibebaskan.
Nilai total pengadaan lahan untuk ketiga bidang tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah, berdasarkan penilaian tim appraisal independen yang telah melakukan kajian menyeluruh terhadap lokasi dan desain jembatan.
“Awalnya ada lima bidang yang diusulkan, tapi setelah verifikasi lapangan dan mencocokkan dengan gambar desain, hanya tiga yang relevan. Dua di antaranya adalah rumah warga, satu lagi lahan kosong,” jelas Sri.
Meskipun luas lahan yang dibebaskan berada di bawah 5 hektare yang secara regulasi memungkinkan pengadaan langsung, Pemkot Makassar memilih menggunakan skema semi-DPPT (Daftar Prioritas Pengadaan Tanah) sebagai bentuk mitigasi risiko.
Pembangunan Jembatan Barombong merupakan hasil kolaborasi antara tiga entitas yakni Pemerintah Kota Makassar bertanggung jawab atas pengadaan lahan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi perencanaan fisik, dan Balai Besar Jalan Nasional sebagai pelaksana konstruksi dengan pendanaan dari APBN.
Selain itu, pihak pengembang kawasan GMTD (Gowa Makassar Tourism Development) juga disebut akan menghibahkan sebagian lahan untuk mendukung konektivitas jalan menuju jembatan.
“Ada sambungan jalan yang terputus dan akan diluruskan. GMTD informasinya siap menghibahkan lahan tersebut,” kata Sri.(egg)

Leave a Reply