Gempa di Manado! Aspal Berguncang, Laut Tiba-tiba Surut

RUSAK. Sebuah bangunan rusak akibat gempa magnitudo 7,9 di Manado, Sulawesi Utara.

RUSAK. Sebuah bangunan rusak akibat gempa magnitudo 7,9 di Manado, Sulawesi Utara.

KLIKSANDI.COM, Manado Gempa bumi magnitudo 7,6 yang berpusat di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (02/04) sangat dirasakan guncangannya oleh masyarakat Manado dan sekitarnya. Bahkan, warga mengaku merasakan guncangan yang sangat keras di aspal jalan.

Sejauh ini gempa menyebabkan satu orang meninggal dunia dan seorang lainnya terluka di Manado akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Tidak hanya getaran yang keras di aspal. Warga juga sempat melihat air laut yang tiba-tiba bergerak surut dalam waktu yang singkat. Setelah beberapa lama, air kembali menjadi pasang juga dalam waktu yang singkat.

“Jalanan aspal sampai bergoyang, kencang banget,” kata Isvara Safitri, warga Kelurahan Teling Atas, Manado.

“Kepala saya sampai pusing,” tambahnya.

Berbagai perabot di kamarnya, termasuk lemari, sempat bergoyang beberapa detik. Dia juga mendengar apa yang disebutnya seperti “bunyi gemuruh”. Namun dia tidak dapat memastikan sumber suaranya.

Safitri memilih keluar dari rumah sesaat setelah gempa. Di sekitar rumahnya, sudah banyak warga yang sebagian “terlihat panik”. Tidak ada bangunan yang rusak di sekitar rumahnya.

Lokasi tempat tinggal Safitri di tengah Kota Manado, sekitar satu kilometer dari bangunan stadion yang rusak akibat gempa.

BNPB sendiri menyebut, setelah gempa dengan skala 7,9 itu, masih ada dua gempa susulan yang terjadi. Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB.

Kedua gempa susulan tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, namun tetap dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak. Dampak awal yang berhasil dihimpun menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Kota Ternate, lapor BNPB.

Sebanyak satu unit tempat ibadah (gereja) di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan mengalami kerusakan.

Sementara itu, di Kota Bitung, pendataan masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, telah terdeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil, yakni sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB.

“Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Kamis (02/04).

BNPB kemudian mengimbau warga yang tinggal di pesisir agar tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah.

Muhari juga meminta masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan dari aparat setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis, (2/4) pukul 05.48 WIB.

Berdasarkan data pemutakhiran, pusat gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer.

Sementara, puluhan pasien dievakuasi secara darurat dari Rumah Sakit (RS) Siloam di Manado, setelah terjadi gempa. Mereka sebagian ditempatkan di lobi dan halaman rumah sakit, hingga di dalam kendaraan.

Salah seorang pasien, Admini (69), menggambarkan momen-momen penuh kepanikan saat gempa terjadi. Dia mengaku awalnya tidak menyadari situasi darurat tersebut.

“Kami sementara duduk, minum teh. Mereka kira itu cuma anak goyang-goyang. Tidak tahu kalau itu gempa,” ujarnya.

Namun, situasi berubah ketika teriakan mulai terdengar. “Anak sudah berteriak, ‘Mbak, Mbak, mari turun, cepat turun.’ Jadi langsung turun cari tangga darurat,” katanya.

Dia dan pasien lain sempat kebingungan mencari akses keluar sebelum akhirnya menemukan tangga darurat di bagian belakang gedung.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang, membenarkan, satu orang meninggal dunia di Manado akibat tertimpa reruntuhan bangunan gedung olahraga (GOR) milik KONI.

“Tadi pagi sudah dievakuasi. Dan ada satu orang cedera kaki, namun sudah dievakuasi juga,” kata Mercy Randang kepada BBC News Indonesia melalui sambungan telepon, Kamis (02/04).

Mercy juga menyebutkan, gempa itu menyebabkan sejumlah kerusakan di sejumlah bangunan di Sulawesi Utara, tetapi sejauh ini tidak ada kerusakan parah.

Sejumlah warga Bitung, Sulawesi Utara, panik dan berhamburan keluar saat guncangan gempa kuat terasa pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WITA.

Di Kota Ternate, Maluku Utara, dilaporkan ada sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa 7,6 magnitudo, kata Basarnas Ternate. Namun sejauh ini belum dilaporkan ada korban meninggal dunia.

“Ada beberapa rumah dan tempat ibadah yang mengalami kerusakan,” kata Icshan Humas Basarnas Ternate, kepada BBC News Indonesia, Kamis (02/04).

Sebagian bangunan rusak berat, namun sebagian lainnya rusak ringan. Laporan-laporan yang diterima Basarnas Ternate menyebutkan, wilayah yang terdampak di Pulau Batan 2, Kota Ternate tengah dan selatan.(egg)

Leave a Reply