KLIKSANDI.COM, Makassar – Suasana Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang refleksi kebangsaan. Sejumlah aktivis mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Dialog Ramadan dan Buka Puasa Bersama 1447 Hijriah di Jalan Faisal, Makassar, Ahad, 15 Maret 2026, mulai pukul 16.00 WITA hingga selesai.
Diskusi tersebut mengangkat tema “Muhasabah Kebangsaan di Bulan Suci: Menakar Satu Tahun Kepemimpinan Nasional dalam Perspektif Nilai Keislaman.”
Forum ini mencoba membaca kinerja kepemimpinan nasional melalui pendekatan etika Islam yang menekankan keadilan, amanah, dan kemaslahatan umat.
Narasumber utama, Fajar Muharam, Ketua Umum Forum Pemuda Nasional (FORPEMNAS) sekaligus kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menilai bahwa Ramadan merupakan momentum tepat untuk melakukan introspeksi terhadap praktik kepemimpinan nasional.
“Dalam perspektif nilai keislaman, pemimpin harus menghadirkan keadilan sosial, menjaga amanah, serta memastikan kebijakan negara membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” kata Fajar dalam diskusi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa indikator kepemimpinan yang adil tidak hanya diukur dari stabilitas politik, tetapi dari sejauh mana kebijakan negara mampu menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut dia, kesenjangan ekonomi dan persoalan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah.
Selain keadilan, Fajar juga menekankan pentingnya amanah dan integritas dalam kepemimpinan. Ia menilai evaluasi terhadap berbagai program pemerintah perlu terus dilakukan agar kebijakan publik benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Diskusi juga menyinggung perbedaan perspektif antara pemerintah dan masyarakat dalam memandang konsep keadilan. Dalam forum tersebut disampaikan bahwa logika kebijakan negara sering kali berbeda dengan perspektif kritis masyarakat sipil dan mahasiswa.
Salah satu peserta mengangkat konsep maslahah umat sebagai tolok ukur ketiga dalam menilai kepemimpinan. Menurutnya, kebijakan negara harus diukur dari sejauh mana dampaknya membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam diskusi itu juga disinggung pandangan pemikir Islam Indonesia Nurcholish Madjid, yang menekankan pentingnya keterbukaan berpikir dan kesadaran bahwa kebenaran dalam ruang sosial-politik selalu membutuhkan proses dialog dan penalaran akademik.
Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya periode 2026–2027, Taufikurrahman, yang baru dilantik sehari sebelumnya pada 14 Maret 2026, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menegaskan keterlibatan mahasiswa dalam ruang diskursus publik mengenai arah kepemimpinan nasional.
Sementara itu, pemilik Rumah Kopi Ondong, Asri Pandu, yang menjadi tuan rumah kegiatan, mengingatkan bahwa Presiden dan Wakil Presiden Indonesia dilantik dengan sumpah jabatan di atas Al-Qur’an. Karena itu, menurut dia, nilai-nilai moral dan tanggung jawab kepada rakyat harus menjadi landasan utama dalam menjalankan kekuasaan.
Dialog ditutup dengan buka puasa bersama yang dihadiri aktivis mahasiswa, pemuda, dan masyarakat sekitar. Para peserta berharap forum seperti ini dapat menjadi ruang kritis sekaligus reflektif untuk menilai arah kepemimpinan nasional secara objektif dan berkeadaban.(egg)

Leave a Reply