KLIKSANDI.COM, Mekah — Kementerian Haji dan Umrah Sulsel merilis jika saat ini masih ada 358 jemaah umrah Sulsel yang masih berada di Arab Saudi. Saat ini, para jemaah itu belum memiliki jadwal kepulangan yang pasti.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail menegaskan ratusan jemaah tersebut tidak tertahan di Arab Saudi imbas perang yang terjadi di Timur Tengah. “Tidak tertahan, tap masih jalankan ibadah, belum memang ada jadwalnya pulang,” tambahnya.
Menurut Ikbal, penerbangan langsung dari Makassar ke Jeddah saat ini dalam kondisi normal, tidak ada dampak signifikan.
“Penerbangan langsung dari Makassar ke Jeddah, normal saja. Mungkin yang transit melalui penerbangan Singapura transit di Qatar, Yaman. Tapi, kalau kita rata-rata langsung dari Makassar menuju Jeddah, tidak perlu transit,” katanya.
Sementara itu, di Pulau Dewata, sebanyak 15 penerbangan internasional dibatalkan. Ribuan penumpang terdampak di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, akibat eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah antara Israel dan Iran.
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi mengatakan dari Sabtu (28/2) hingga Senin (2/3) terdapat 15 penerbangan yang mengalami pembatalan.
“Hingga Senin pukul 13.00 WITA, terdapat total 15 penerbangan rute internasional, (yaitu) 8 keberangkatan dan 7 kedatangan yang mengalami pembatalan penerbangan,” kata Eka Sandi dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3).
Ia menerangkan operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal.
Selain itu, manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara berkesinambungan terus melakukan pemantauan situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah.
Kemudian, terus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi, utamanya dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara, dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak, serta dengan aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara.
“Berdasarkan data dari maskapai penerbangan jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan tersebut berjumlah 3.197 penumpang, di mana data tersebut merupakan jumlah calon penumpang keberangkatan. Adapun penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga telah mengantisipasi rencana pengaturan parking stand dari pesawat dari penerbangan yang terdampak, yang dialokasikan untuk lima pesawat udara dari tiga maskapai penerbangan yang terdampak.
Selain itu, pihaknya mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan.
“Kami turut menyediakan layanan help desk yang berlokasi di lantai 2 terminal keberangkatan internasional, serta layanan contact center yang dapat diakses melalui sambungan telefon dengan nomor 172 untuk pembaharuan informasi,” ujarnya.(egg)

Leave a Reply