Perusahaan Israel Tanam Investasi Geothermal di Luwu Utara Senilai Rp1,5 Triliun

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Suaiman

KLIKSANDI.COM, Luwu UtaraSebuah perusahaan yang diketahui berasal dari Israel disebut akan menanamkan investasi senilai Rp1,5 triliun di Rongkong, Luwu Utara. Perusahaan itu diketahui bernama PT Ormat Geothermal Indonesia.

PT Ormat Geothermal Indonesia merupakan perusahaan energi panas bumi global yang berdiri pada 1965 di Yavne, Israel. Investasi menyasar potensi panas bumi atau Geothermal di Kabupaten Luwu Utara.

Geothermal merupakan sumber energi terbarukan yang berasal dari panas alamiah di dalam inti bumi. Sumber energi ini tersimpan dalam batuan dan fluida di bawah kerak bumi. Energi ini ramah lingkungan, stabil, dan bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.

“(Ada investasi) Geothermal di Luwu Utara dengan anggaran triliun, makanya kita akan perbaiki akses ke Seko,” kata Andi Sudirman.

Warga Rongkong Menolak

Rencana investasi itu langsung mendapat penolakan dari aktivis dan warga di Luwu Utara. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tana Luwu telah merinci potensi dampak jika investasi senilai Rp1,5 triliun itu masuk.

Kehadiran PT Ormat Geothermal Indonesia yang berencana mengelola potensi panas bumi (geotermal) dinilai mengancam ruang hidup masyarakat adat Kanandede.

Selain potensi alih fungsi lahan perkebunan dan persawahan warga, perusahaan asal Israel itu juga disebut dapat berdampak pada makam Ne’malotong, seorang Tomakaka (pemimpin adat) leluhur masyarakat Kanandede.

Himpunan Kerukunan Mahasiswa Luwu Utara (Hikmah Lutra) mulai merapatkan barisan untuk menolak rencana tersebut. Organisasi mahasiswa daerah itu menyatakan tengah menyiapkan kajian mendalam guna membendung masuknya perusahaan di wilayah adat Kanandede.

Ketua Hikmah Lutra, Tandi Mahesa, mengatakan pihaknya saat ini melakukan investigasi lapangan dan pengumpulan data terkait profil serta potensi dampak kehadiran perusahaan di Rongkong. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar gerakan yang dibangun memiliki basis data yang kuat dan terarah.

“Untuk sementara, teman-teman masih melakukan investigasi lebih mendalam terkait kehadiran perusahaan tersebut. Dalam waktu dekat, Hikmah Lutra akan melakukan kajian secara internal,” ujar Tandi.

Biro Politik Hukum dan Kebijakan AMAN Tana Luwu, Andre Tandigau, menegaskan pihaknya akan memberikan pendampingan penuh kepada masyarakat adat Kanandede dalam menghadapi rencana ekspansi tersebut. Menurut Andre, fokus utama kekhawatiran warga berada pada situs air panas Kananre’de yang menjadi titik rencana pengelolaan Geothermal.

“Situs air panas ini bukan sekadar fenomena alam bagi masyarakat adat Kanandede. Ini adalah identitas kolektif masyarakat adat yang dijaga hingga hari ini,” ungkapnya.(egg)

Leave a Reply