13 Pelajar di Pangkep Tenggak Spiritus Dicampur Minuman Berenergi, Dua Tewas

ilustrasi: miras oplosan

ilustrasi: miras oplosan

KLIKSANDI.COM, Pangkep Sebanyak 13 pelajar di Kabupaten Pangkep nekat mabuk-mabukan dengan mengoplos minuman berenergi dicampur dengan spiritus. Dua di antaranya tewas, sementara 11 orang lainnya dilarikan ke puskesmas.

Kasus ini terjadi di Pulau Sapuka, Kelurahan Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kamis 5 Februari 2026. Para remaja ini diketahui meminum oplosan itu di sebuah bangunan di belakang sekolah mereka.

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal ketika korban WA dan SA bersama 2 temannya, AB (16) dan SO (16) mengonsumsi minuman oplosan di belakang sebuah bangunan sekolah di Pulau Sapuka, Selasa (3/2).

“AB membeli 1 botol spiritus, 1 botol air mineral 2 saset minuman berenergi dan 1 saset susu kental manis dan membawa ke belakang sekolah. Barang itu lalu dioplos dan diminum bersama WA, SA dan SO,” Kepala Seksi Humas Polres Pangkep, AKP Imran.

Pesta berujung petaka itu kemudian berlanjut pada malamnya sekitar pukul 20.00 Wita. SA kembali membeli barang yang sama dan dioplos oleh WA. Minuman oplosan itu dibawa ke Dermaga Batu, Pulau Sapuka dan diminum bersama 9 remaja lain yaitu IK (6), IN (16), AK (16), AM (17), AD (17), FA (16), DA (15), AR (16) dan SU (16).

“Laki WA mengoplos barang yang dibeli lalu diminum bersama dengan teman-temannya berjumlah sekitar 9 orang sampai pukul 22.00 Wita,” terangnya.

Imran menjelaskan, sekitar pukul 09.00 Wita, WA merasakan sakit di depan rumahnya di Pulau Sapuka, Kamis (5/2). Dia lalu dilarikan ke Puskesmas, lalu SA juga menyusul pada pukul 12.40 Wita karena merasakan sakit di badannya.

“Pada pukul 13.00 wita, laki WA dinyatakan meninggal dunia dan pukul 20.00 Wita laki SA dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Sapuka,” kata Imran.

Sementara itu, 11 orang remaja lain juga sempat menjalani perawatan di Puskesmas Sapuka. Namun saat ini, tersisa 4 remaja yaitu IK, IN, AM dan AB yang masih dirawat.

“Sempat dilakukan perawatan di Puskesmas Sapuka ada 11 orang. Dan sekarang tersisa 4 orang yang masih dirawat yaitu IK, IN, AM dan AB,” ujarnya.

Imran mengatakan saat ini polisi sedang dalam penyelidikan dengan memeriksa korban dan saksi. Pihaknya juga memeriksa penjual spiritus yang menjual kepada para remaja.

“Kami sedang penyelidikan, interogasi saksi dan korban serta mendatangi dan interogasi pedagang spiritus yang menjual kepada para korban,” pungkasnya.(egg)

Leave a Reply