KLIKSANDI.COM, Iran — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran dalam keadaan aman. Aksi unjuk rasa yang dilaporkan sudah menyebabkan 2.000 orang terbunuh itu ternyata tidak berdampak terhadap WNI di Iran.
Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl mengatakan tidak ada WNI yang terdampak demonstrasi di Iran. “Terkait kondisi WNI di Iran, sejauh ini Alhamdulillah terpantau KBRI (Kedutaan Besar RI) dalam kondisi aman dan tidak terdampak demonstrasi yang terjadi,” kata Nabyl.
Nabyl menyampaikan saluran komunikasi di Iran sempat terputus akibat pembatasan internet. Meski begitu, KBRI Teheran terus memantau kondisi WNI melalui komunikasi reguler memanfaatkan saluran telepon lokal. Pihak KBRI Teheran sementara itu berkomunikasi dengan Kemlu RI melalui saluran telepon satelit.
Iran dilanda demonstrasi besar sejak 28 Desember lalu. Demo terus berlangsung hingga hari ini, yang menurut kelompok hak asasi manusia di Amerika Serikat (AS) HRANA telah menewaskan lebih dari 2.000 orang.
Sejauh ini, jumlah korban memang belum bisa terverifikasi lantaran akses internet yang dibatasi di Iran membuat saluran komunikasi dan informasi menjadi sulit. Iran sebelumnya telah mengeklaim bahwa unjuk rasa di negaranya ditunggangi oleh AS dan Israel. Kedua negara itu sejak awal mendukung demo Iran dan mendorong rakyat untuk menggulingkan rezim Ayatollah Ali Khamenei.
Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan bakal mengintervensi demo Iran, termasuk dengan meluncurkan serangan militer. Trump beralasan opsi tersebut dibuka demi membantu rakyat Iran melawan kekerasan otoritas.
Terkini, Iran menutup sementara wilayah udaranya untuk hampir semua penerbangan. Hanya penerbangan sipil internasional yang mendapat persetujuan dari Otoritas Penerbangan Sipil yang boleh beroperasi. Otoritas menyebut wilayah udara Iran akan ditutup hingga 15 Januari waktu setempat.
Sikap DPR RI
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk terus mencermati perkembangan situasi di Iran, untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di sana.
“Kami mencermati perkembangan Iran secara lebih detail, memantau dan saya kira teman-teman di Kemlu juga melakukan hal yang sama,” kata Sukamta, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
“Karena persoalan ini sudah agak panjang, jadi teman-teman di Kemlu kami harapkan memang terus mencermati perkembangan yang ada di Iran, karena jumlah WNI kita di sana lumayan, terutama pelajar dan mahasiswa,” imbuhnya.
Pihaknya berharap Kemlu dapat segera menyiapkan langkah antisipatif untuk mengevakuasi WNI dari Iran jika diperlukan dan mengimbau semua WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, serta menghindari tempat-tempat yang tidak aman.
“Tapi kalau sewaktu-waktu diperlukan kami berharap supaya Kemlu siap sedia, keselamatan WNI menjadi prioritas,” ungkapnya.
Terakhir, kata Sukamta, proses evakuasi diharapkan tidak terlambat, mengingat situasi di Iran saat ini semakin memcekam, dan korban tewas akibat bentrokan sudah melampaui 500 orang. Sehingga keselamatan WNI harus selalu menjadi prioritas.(egg)

Leave a Reply