Warga Katimbang Makassar Mengungsi, Khawatir Banjir Susulan

MENGUNGSI. Warga Kelurahan Katimbang mengungsi di kantor lurah setelah rumah mereka terendam banjir.

MENGUNGSI. Warga Kelurahan Katimbang mengungsi di kantor lurah setelah rumah mereka terendam banjir.

KLIKSANDI.COM, Makassar Warga di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar terpaksa harus mengungsi setelah rumah mereka terendam banjir, Sabtu malam, 10 Januari 2026. Tercatat, ada 14 kepala keluarga atau 53 jiwa yang terpaksa harus mengungsi akibat banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat 14 kepala keluarga atau 53 jiwa mengungsi sementara di Kantor Kelurahan Katimbang. Data pengungsi terdiri dari 19 laki-laki dewasa, 18 perempuan dewasa, 4 anak laki-laki, 4 anak perempuan, 5 balita laki-laki, dan 3 balita perempuan. Tidak terdapat bayi, lansia, ibu hamil, maupun penyandang disabilitas dalam data sementara tersebut.

Kepala BPBD Kota Makassar, Dr Fadli Tahar mengatakan pihaknya bergerak cepat begitu terpantau adanya potensi banjir.

“Kami melakukan pemantauan langsung di titik rawan sejak malam hari. Prinsip kami jelas, masyarakat tidak menunggu lama. Begitu ada potensi membahayakan, kami hadir untuk memastikan keselamatan warga,” kata dia.

BPBD, kata dia, akan terus bersiaga selama 24 jam dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna mengantisipasi perkembangan situasi.

Dr Fadli Tahar pun mengimbau warga yang bermukim di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya.

Camat Biringkanaya, Juliaman, mengatakan pihak kecamatan bersama kelurahan dan unsur kewilayahan telah menyiapkan lokasi pengungsian sementara.

“Kantor Lurah Katimbang kami siapkan sebagai tempat pengungsian yang aman. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan KSB agar pelayanan terhadap warga berjalan optimal,” ujar Juliaman.

Sementara itu, Koordinator Data Pengungsian Kampung Siaga Bencana (KSB) Kelurahan Katimbang, Andi Mulyadi, mengatakan pendataan pengungsi dilakukan secara berkelanjutan.

“Data bersifat dinamis dan terus diperbarui agar penanganan di lapangan bisa tepat sasaran,” kata Andi Mulyadi.(egg)

Leave a Reply