Unhas Diterpa Isu Miring, ini Klarifikasi Pihak Rektorat

Kampus Universitas Hasanuddin

Kampus Universitas Hasanuddin

KLIKSANDI.COM, Makassar — Universitas Hasanuddin (Unhas) terus diterpa sejumlah isu miring jelang pemilihan rektor Unhas. Melalui Kepala Bidang Humas, Ishaq Rahman menyampaikan klarifikasi atas isu yang berkembang di luar.

Ia menilai, informasi yang muncul di beberapa pemberitaan itu tidak benar. Menurut Ishaq, informasi itu mendiskreditkan Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, yang juga merupakan calon Rektor petahana.

Salah satu hoaks menyinggung tentang Kampus Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Unhas Jakarta, atau yang populer disebut Kampus Unhas Jakarta. Dia menyebut, terdapat disinformasi yang mengungkit tentang pemeriksaan Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek terkait proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Unhas Periode 2026-2030.

Berita itu juga menyebarkan fitnah tentang sengketa pengadaan barang dan jasa, serta kasus kematian mahasiswa Teknik Unhas pada tahun 2023 lalu. Semua berita itu diframing untuk mendiskreditkan figur Prof JJ selaku Rektor Unhas.

“Kampus Unhas Jakarta memang sebelumnya merupakan bangunan hotel dan apartemen. Sebelum Unhas memutuskan pembelian, Prof JJ telah membentuk tim untuk melakukan kajian pembentukan PSDKU Jakarta. Ada 10 lokasi yang disurvei. Kajian awal juga telah dipresentasikan dan memperoleh persetujuan MWA. Narasi yang menyebutkan hotel itu dibeli tanpa perencanaan adalah fitnah,” kata Ishaq dalam keterangan resminya.

Sehubungan dengan informasi terjadi penyimpangan demokrasi dalam Pilrek di Unhas, Ishaq menjelaskan bahwa pada tanggal 15-18 Desember 2025 ada proses klarifikasi dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemdiktisaintek kepada beberapa pejabat di lingkup Unhas.

Dasarnya adalah adanya laporan dari pihak yang merasa tidak puas dengan hasil penyaringan calon Rektor di Senat Akademik, dan menuding ada kecurangan. Dalam proses klarifikasi ini, baik Rektor Unhas, Panitia Pemilihan Rektor, maupun Senat Akademik, diminta penjelasan terkait proses yang berlangsung.

“Panitia telah menunjukkan bahwa semua proses berlangsung adil, transparan, dan akuntabel. Berbagai aturan dan dasar hukum juga ditunjukkan. Tentu saja informasi dalam proses klarifikasi ini akan menjadi bahan masukan bagi Itjen dan Kemdiktisaintek, dan sifatnya rahasia,” kata Ishaq.

Sementara itu, Direktur Profetik Institute, Asratillah menilai, maraknya pemberitaan dan narasi yang menyerang Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, sebagai bentuk penggiringan opini yang tidak sehat dan berpotensi merusak fondasi tradisi akademik di kampus merah tersebut.(egg)

Leave a Reply