KLIKSANDI.COM, Barru — Badan koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyatakan penolakan terhadap kehadiran PT Conch di Barru. Perusahaan ini disebut berpotensi merusak lingkungan yang ada di Barru.
Penolakan ini disampaikan melalui Bidang Lingkungan Hidup Badko HMI. Penolakan ini didasarkan pada berbagai kajian akademik dan indikasi kuat potensi kerusakan lingkungan yang akan ditimbulkan apabila proyek tersebut tetap dilaksanakan.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup Badko HMI Sulsel, Ahmad Muzawir Saleh menegaskan bahwa rencana pembangunan pabrik semen tersebut berpotensi menimbulkan dampak ekologis serius, mulai dari kerusakan kawasan karst, pencemaran udara, degradasi sumber daya air, hingga ancaman terhadap ruang hidup dan mata pencaharian masyarakat lokal.
“Kabupaten Barru memiliki ekosistem yang rentan, khususnya kawasan karst dan daerah tangkapan air. Aktivitas industri ekstraktif seperti pabrik semen berpotensi merusak keseimbangan ekologis yang dampaknya bersifat jangka panjang dan sulit dipulihkan,” tegasnya.
Berdasarkan kajian lingkungan hidup yang dihimpun Badko HMI Sulsel, kawasan yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan memiliki fungsi ekologis strategis. Kawasan itu bisa menjadi daerah resapan air yang menopang kebutuhan air masyarakat sekitar. Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi habitat keanekaragaman hayati yang bisa terancam punah akibat aktivitas penambangan.
“Daerah itu juga adalah penopang ekonomi masyarakat berbasis pertanian, perikanan, dan sumber daya alam berkelanjutan,” kata dia.
Selain itu, Badko HMI Sulsel juga menyoroti lemahnya transparansi dalam proses perencanaan dan kajian AMDAL yang dinilai tidak melibatkan partisipasi bermakna masyarakat terdampak. Hal ini bertentangan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan keadilan ekologis sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
“Pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan dan masa depan generasi mendatang. Negara dan pemerintah daerah wajib memastikan setiap investasi berjalan dengan prinsip kehati-hatian ekologis,” lanjutnya.
Badko HMI Sulsel menegaskan akan terus mengawal isu ini dan siap melakukan langkah advokasi serta konsolidasi gerakan demi menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat Kabupaten Barru.
“Lingkungan hidup bukan untuk dikorbankan atas nama investasi. Keadilan ekologis adalah harga mati,” tutupnya.(egg)

Leave a Reply