KLIKSANDI.COM, Sumatera — Pemerintah pusat menyebut jika bencana Sumatera akan menelan anggaran yang sangat besar untuk pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap angka awal kebutuhan pemulihan infrastruktur jembatan dan jalan terputus di wilayah terdampak bencana di Sumatra.
Hitung-hitungan sementara dari Kementerian PU sekitar Rp51 triliun. Menurut AHY, biaya itu baru untuk pekerjaan umum, belum menyentuh sektor perumahan yang kerusakannya tak kalah masif.
“Dari Kementerian PU, kami sudah melakukan penghitungan awal sekitar Rp51 triliun. Itu hanya untuk pekerjaan umum, belum perumahan,” kata AHY usai meninjau progres pembangunan flyover Nurtanio, Jumat (12/12).
AHY mengatakan, penghitungan anggaran pemulihan pada sektor perumahan masih dalam pendataan. Hal ini seiring asesmen terhadap indeks kerusakan akibat bencana berbeda-beda, mulai dari yang rusak ringan, sedang, berat, hingga rumah yang hilang karena hanyut.
AHY menceritakan baru kembali dua hari lalu dari melakukan peninjauan sejumlah titik bencana, mulai Aceh Tengah, beberapa wilayah di Sumatra Utara, hingga Aceh Tamiang yang disebut sebagai area dengan dampak paling parah.
AHY mengungkapkan banyak jalan yang putus dan jembatan yang hancur. Adapun saat ini, kata AHY, fokus utama pemulihan infrastruktur ialah terhadap ruas-ruas jalan yang terputus.
“Kalau bisa segera disambung kembali, walaupun secara temporer. Karena kalau untuk membangun jembatan atau jalan yang permanen seperti bahkan lebih kuat dan lebih punya daya tahan lagi butuh waktu,” terang AHY.
Oleh karena itu, AHY mengatakan, pemerintah tengah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan sebanyak mungkin alat berat untuk segera menjangkau dan membersihkan seluruh titik longsor. Kemudian, pada lokasi-lokasi yang terputus, diupayakan segera pembangunan semacam jembatan perintis guna memastikan distribusi logistik tetap berjalan.
“Karena begini teman-teman, ketika katakanlah bantuan siap, bantuan kemanusiaan apakah itu sembako, alat-alat medis, obat-obatan termasuk yang lain-lain kebutuhan sehari-hari, itu sudah siap dikirim tetapi kalau ruas jalannya, aksesnya masih terputus, maka sulit,” tuturnya.(egg)


Leave a Reply