KLIKSANDI.COM, Solo— Sebuah akun instagram @kentingansantuy membongkar sebuah kasus pelecehan seksual. Korbannya adalah seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS). Korban dilecehkan dengan modus game Truth or Dare (ToD).
Dari akun tersebut, disebutkan jika korban dilecehkan melalui game tersebut oleh beberapa mahasiswa. Dia dipaksa menanggalkan semua pakaiannya hingga bugil dan dilecehkan oleh pemain lainnya.
Kasus ini bermula saat korban berada di kos temannya untuk mengerjakan tugas bersama dua orang lainnya. Namun karena teman korban enggan diajak mengerjakan di luar, ia bersama temannya tetap mengerjakan tugas di kos.
“Pada malam hari yang sama, anak-anak dari acara voli yang baru selesai bertanding malam itu datang ke kos tersebut yang merupakan tempat yang sama dimana korban dan teman- temannya sedang kumpul,” tulis akun tersebut.
Namun karena sudah terlalu lama dan merasa tidak nyaman mengerjakan skripsi, mereka memutuskan untuk bermain game. Ia mengatakan permainan tersebut dilakukan dalam kondisi sadar.
“Dikarenakan sudah terlalu ramai dan sudah tidak nyaman untuk mengerjakan skripsi, mereka memutuskan bermain game agar suasana tidak terlalu membosankan. Hal ini juga dilakukan tanpa alkohol maupun obat2-an terlarang. Game yang dipilih adalah Truth or Dare (ToD). Namun tanpa alasan yang jelas, dan tanpa diketahui korban sebelumnya, arah mainan ToD malah berubah menjadi “dare” yang bernuansa seksual dan mesum,” tulisnya.
Dalam cerita tersebut, korban sudah menolak berkali-kali untuk game tersebut. Tapi para pelaku tetap memaksa dan dibuat kalah terus. Para pelaku melecehkan korban dengan dalih sportivitas. Korban yang merasa dilecehkan sempat melawan, namun tetap dipaksa oleh para pelaku.
Mengenai kejadian tersebut, pihak Universitas Sebelas Maret (UNS) mengatakan bahwa kejadian tersebut sudah dilaporkan ke satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Ketua Satgas PPKS, Ismi Dwi Astuti, mengatakan kejadian tersebut dilaporkan pada Senin (1/12) lalu dan dalam proses pemeriksaan.
“Kasusnya sudah dilaporkan ke Satgas 1 Desember dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan,” katanya.
Ismi menyebut belum menetapkan jumlah yang diperiksa. Ia memastikan bahwa yang dimintai keterangan yakni pelapor, terduga korban, saksi serta terlapor.
“Kami tidak menetapkan jumlahnya. Mengacu pada regulasi, yang akan dimintai keterangan adalah pelapor,terduga korban, para saksi dan terlapor,” ucapnya.(egg)


Leave a Reply