KLIKSANDI.COM, Makassar — Peringatan dini gelombang tinggi di perairan laut Sulsel kembali diperpanjang. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Paotere Wilayah IV Makassar menambah masa berlaku peringatan dini itu hingga 8 Desember 2025.
Informasi gelombang tinggi ini disampaikan BMKG, pada Kamis, 4 Desember 2025.
Kondisi Sinoptik:
Pola angin di wilayah Perairan Sulsel umumnya bergerak dari arah Barat Daya – Barat Laut dengan kecepatan berkisar 8 – 20 knot. Kecepatan angin tertinggi terjadi Perairan Luwu.
Peringatan Dini
Tinggi gelombang 1.25 – 2.5 m berpeluang terjadi di:
- Perairan Luwu
- Perairan Kep. Taka Bonerate
Berisiko terhadap keselamatan pelayaran: - Perahu Nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m
- Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 m.
BMKG IV Makassar (Sulsel) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dalam tiga hari ke depan, 3–5 Desember 2025. Hujan berintensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah. BMKG menekankan bahwa pola cuaca yang tidak stabil dapat berubah cepat dan berisiko mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Pada 3 Desember, wilayah yang berada dalam kategori Waspada meliputi Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, Toraja Utara, Palopo, Bone, Bulukumba, dan Sinjai.
Tidak ada daerah yang masuk kategori Siaga atau Awas, namun peringatan angin kencang dikeluarkan untuk wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan. Kombinasi hujan dan angin ini berpotensi menimbulkan kondisi kurang aman di jalanan maupun area terbuka.
Cuaca pada 4 Desember diperkirakan tidak lebih tenang. Daerah Waspada meluas ke Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Parepare, Pangkep, Maros, Makassar, Sinjai, dan Bulukumba. Sementara itu, Luwu meningkat statusnya ke kategori Siaga karena potensi hujan lebat yang lebih intens.
Angin kencang tetap diprediksi terjadi di wilayah barat dan selatan Sulsel, dan dalam beberapa kasus dapat muncul bersamaan dengan petir di area tertentu.
Memasuki 5 Desember, hujan masih berpotensi turun dengan intensitas yang sama. Wilayah dalam kategori Waspada mencakup Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Toraja Utara, Sinjai, dan Pangkep. Tidak ada daerah yang masuk kategori Siaga atau Awas, namun angin kencang tetap menjadi perhatian utama.
Meski tidak dikategorikan ekstrem, gabungan hujan, petir, dan angin kencang kerap menimbulkan pohon tumbang, genangan cepat, serta penurunan jarak pandang—hal yang sering terjadi tanpa tanda-tanda jelas sebelumnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengecek prakiraan cuaca sebelum bepergian, menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan berpetir, serta memperbarui informasi dari kanal resmi. Sedikit kewaspadaan dapat membantu meminimalkan risiko di tengah cuaca yang tidak menentu ini.(egg)


Leave a Reply