Pelaku Pemerkosaan yang Diseret Keliling Kampung Malakaji Gowa Juga Pernah Hamili Saudara Tiri

AMUK MASSA. Potongan gambar sejumlah warga yang mengamuk dan menghakimi warga dengan menyeretnya dengan sepeda motor di Malakaji, Gowa.

AMUK MASSA. Potongan gambar sejumlah warga yang mengamuk dan menghakimi warga dengan menyeretnya dengan sepeda motor di Malakaji, Gowa.

KLIKSANDI.COM, Gowa Pria yang diketahui bernama Ali (31) yang tewas usai diseret keliling kampung di Malakaji, Kabupaten Gowa ternyata cukup meresahkan di kampung itu. Warga sudah muak dan akhirnya memilih main hakim sendiri.

Terungkap, semasa hidup Ali kerap meresahkan warga. Dia juga ternyata pernah menghamili saudara tirinya dan tidak mau bertanggung jawab.

“Pelaku ternyata residivis, pernah hamili saudara tirinya dan dipenjara (kasus pencurian). Pas keluar dari penjara, beraksi (mencuri) lagi,” kata salah seorang warga, Enal (40).

Enal menuturkan, perbuatan Ali menghamili adik tirinya itu terjadi 15 tahun silam. Ia bercerita, Ali saat itu kabur.

Ali juga pernah ditangkap oleh polisi. Namun, setelah keluar, dia kembali membuat onar di kampung itu. Dua tahun lalu, Ali disebut pernah mencuri yang senilai Rp80 juta. Kali itu, Ali sempat dipenjara lagi.

“Lepas dari itu dia kembali berkeliaran di Kampung Parang-parang Tulau dan sekitarnya sehingga meresahkan warga,” kata Enal.

Camat Tompobulu, Muhammad Akbar Tola, juga mengonfirmasi bahwa Ali terlibat kasus asusila dan pencurian. Ia mengungkap, setelah dipenjara karena kedapatan mencuri di rumah warga, belakangan Ali membuat resah masyarakat gara-gara kembali berbuat kriminal.

“Kasus asusila, pemerkosaan dan pencurian. Iya (residivis) baru-baru keluar penjara karena kasus pencurian. Iya betul itu (dia pernah hamili adik tirinya),” kata Akbar.

Akbar melanjutkan, suasana di lokasi kejadian di Kampung Parang-parang Tulau, Kelurahan Cikoro, sudah kondusif. Ia berujar, polisi berjaga di rumah duka usai Ali dikuburkan pada Kamis dini hari.

Beredar kabar jika warga tidak sekadar menyeret Ali keliling kampung. Ali yang sudah dalam kondisi tewas juga juga sempat dipenggal. Kemaluannya jika dipot**g. Namun, Akbar belum berani mengonfirmasi jika Ali dipenggal atau tidak.

“Alhamdulilah situasi sekarang sudah kondusif. Sudah dikuburkan tadi subuh sekitar jam 04.00 Wita. Tidak kulihat kalau lehernya (digorok atau tidak), tapi ada fotonya saya lihat dicabik-cabik badannya, kemaluannya dipotong,” kata Akbar.

Sebelumnya diberitakan, pria terduga pelaku pemerkosaan di Malakaji, Kecamatan Tompobulu tewas dimassa warga. Pria tersebut lalu diikat dan diseret pakai motor keliling kampung.

Video kejadian ini viral di media sosial diunggah warga pada Rabu (3/12). Kanit Resmob Polres Gowa Ipda Muhammad Alfian membenarkan peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Tompobulu.

“(Kejadian) di Tompobulu, kami baru mau merapat ke TKP,” ujar Ipda Muhammad Alfian kepada detikSulsel, Rabu (3/12).

Alfian tidak merinci kronologi kejadian tersebut. Namun dari informasi awal yang diterimanya pria tersebut diduga merupakan pelaku pemerkosaan.

“Berawal dari kasus pemerkosaan,” jelasnya.(egg)

Leave a Reply