Tiga Sungai di Makassar Dipasangi EWS, Warga dapat Notifikasi WA Jika Ada Ancaman Banjir

EVAKUASI. Tim penyelamat melakukan evakuasi terhadap korban banjir Makassar, beberapa bulan lalu. Kini BPBD Makassar menyiapkan alat deteksi dini banjir untuk mengurangi korban akibat bencana.

EVAKUASI. Tim penyelamat melakukan evakuasi terhadap korban banjir Makassar, beberapa bulan lalu. Kini BPBD Makassar menyiapkan alat deteksi dini banjir untuk mengurangi korban akibat bencana.

KLIKSANDI.COM, MakassarTiga sungai di Kota Makassar kini dilengkapi dengan teknologi Early Warning System (EWS). Berkat teknologi ini, warga di sekitar akan mendapat pesan Whatsapp (WA) jika perangkat itu mendeteksi adanya ancaman banjir.

Teknologi ini juga terhubung dengan pusat data BPBD. Pesan WA ini akan diterima warga Makassar secepat mungkin jika ada ancaman banjir dari tiga sungai itu. Ketiga sungai itu adalah Sungai Kajenjeng di Kecamatan Manggala, Sungai Biring Je’ne di Biringkanaya, dan Sungai Tallo di Tamalanrea. Ketiganya bermuara ke Sungai Tallo yang kerap menjadi jalur limpasan air saat hujan deras.

Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, menjelaskan pemasangan EWS dimulai sejak September 2025. Pemasangan pun selesai pada 22 November 2025.

“Kami juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan seluruh stakeholder terkait cara penggunaannya, sehingga komitmen untuk fokus pada sistem ini bisa berjalan baik,” kata Fadli.

Fadli menjelaskan bahwa sistem tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini di wilayah rawan. Langkah ini diharapkan membantu memperkecil risiko banjir yang mungkin terjadi.

“Salah satu upaya kami adalah deteksi dini. Dengan adanya sistem ini, potensi banjir bisa diprediksi atau diketahui lebih awal sehingga penyelamatan atau evakuasi dapat dilakukan dengan baik. Harapannya, risiko kerugian materi maupun korban jiwa bisa diminimalkan,” katanya.

EWS bekerja melalui sensor yang memantau ketinggian air sungai secara real-time. Sistem ini menjadi penanda bagi warga ketika potensi banjir terdeteksi di wilayah sekitar.

Sistem akan mengirim notifikasi otomatis ke ponsel melalui WhatsApp ketika indikator mencapai level awas, siaga, atau darurat. Selain itu, alarm dan sirene akan berbunyi untuk memperingatkan warga sekitar.

“Indikator ini akan memberikan sinyal kepada melalui handphone berupa WA bagaimana statusnya. Kemudian, mengeluarkan bunyi yang bisa didengarkan warga sekitar baik itu sirine maupun alarm,” jelas Fadli.

BPBD juga membentuk kelompok komunikasi berbasis WhatsApp di setiap wilayah pemasangan EWS. Melalui grup ini, warga mendapat penjelasan mengenai fungsi dan cara memanfaatkan perangkat peringatan dini tersebut.

“Kita membuat grup terutama untuk warga, kami beri edukasi bagaimana supaya mereka mengerti tentang fungsi dari ketiga EWS ini di daerah masing-masing,” tuturnya.

Langkah ini menjadi bagian dari penguatan mitigasi berbasis teknologi di Kota Makassar. Upaya tersebut diharapkan membantu warga lebih siap menghadapi potensi banjir pada musim hujan.

“Orang sekitar dapat informasi dan semua stakeholder juga seperti BPBD, TNI-Polri, lewat WA, itu real time,” kata Fadli.(egg)

Leave a Reply