KLIKSANDI.COM, Makassar — Aparat kepolisian akhirnya mengungkap jenis senapan angin yang digunakan CD (37), tersangka penembakan terhadap Nursyam alias Kipas. Senjata itu adalah senapan angin dengan jenis PCP Predator.
Senapan itu diketahui berpendorong peluru gas Co2 250 cc. Kepada polisi, CD mengakui menggunakan senjata itu saat perang kelompok terjadi antara Sapiria dan Borta di pekuburan Beroangin, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 16 November 2025.
CD mengaku saat itu berada di barisan kelompok Borta. Meski demikian, CD bukanlah warga kelurahan Borta. Dia juga dipanggil oleh kerabatnya untuk ikut membantu.
CD menjelaskan spesifikasi senapan angin itu. Dia menyebut, senapann itu memiliki magazine sebanyak 12 sampai 14 butir peluru. Dia mengaku, senjata itu dalam kondisi terisi CO2 yang penuh bisa memiliki akurasi pada jarak 40-60 meter.
“(Akurasinya) bisa sampai 40-60 (meter), kalau terisi ful (Co2)” ungkapnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana mengatakan, senapan angin yang digunakan CD, telah dimodifikasi (upgrade).
Sehingga, kata dia, daya akurasi pelurunya meningkat lebih dari spesifikasi standar.
“Walaupun yang standar juga sudah sangat kuat juga dan sangat membahayakan untuk tubuh manusia,” ucapnya.
Diketahui imbas dari penembakan yang menewaskan Kipas itu, terjadi aksi tawuran besar-besaran di kawasan Pekuburan Beroangin, Makassar, pada 18 November 2025.
Tawuran itu terjadi setelah jenazah Cipas dimakamkan dan berakibat pada 13 rumah terbakar.(egg)

Leave a Reply