KLIKSANDI.COM, Makassar — Pemerintah Provinsi Sulsel mulai menyalurkan 5.000 ton bibit gratis kepada 10.599 kelompok tani di Sulsel. Benih gratis itu adalah benih unggulan yang merupakan bagian dari program Mandiri Benih Pemprov Sulsel.
Tidak hanya benih gratis, Pemprov Sulsel juga akan menyalurkan bantuan pertanian senilai kurang lebih Rp100 miliar untuk mendukung peningkatan produktivitas petani di seluruh daerah. Bantuan yang disalurkan meliputi benih unggul, bibit tanaman perkebunan, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).
Sebagian besar bantuan berasal dari alokasi APBD Sulsel, di antaranya 5.000.000 kilogram benih padi senilai Rp75 miliar untuk 9.896 kelompok, 66.423 kg benih jagung hibrida senilai Rp4,58 miliar untuk 405 kelompok, serta 117.000 bibit kopi arabika yang bernilai Rp909,5 juta untuk enam kelompok tani.
Selain itu, Pemprov Sulsel juga menyalurkan 7.000 bibit durian dan puluhan ribu bibit hortikultura lainnya untuk mendukung peningkatan produktivitas perkebunan di berbagai wilayah.
Bantuan alsintan turut diberikan untuk mendorong modernisasi sektor pertanian. Di antaranya 50 unit traktor roda empat senilai Rp4,54 miliar, 77 unit combine harvester senilai Rp12,8 miliar, serta sejumlah hand traktor yang bersumber dari APBN dan APBD.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel (TPH-Bun), Bustanul Arifin memastikan seluruh persiapan telah rampung. “Pada intinya adalah keberpihakan Pemerintah Provinsi kepada petani dalam mendukung peningkatan produksi pertanian,” ujarnya.
Program Mandiri Benih Padi sendiri telah menjadi program unggulan Pemprov Sulsel dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022-2023, Pemprov telah menyalurkan 2.500 ton benih untuk 100.000 hektare lahan, dan hasil panennya dinilai sangat memuaskan serta menunjukkan peningkatan produksi dari tahun sebelumnya.
Melihat keberhasilan tersebut, Pemprov Sulsel meningkatkan dua kali lipat kapasitas program menjadi 5.000 ton benih pada tahun 2025 untuk ditanam di lahan seluas 200.000 hektare di seluruh kabupaten/kota.
Selain peningkatan kualitas benih, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, mulai dari penyuluh, pengawas benih, dinas kabupaten/kota, perbankan, hingga perusahaan benih agar program berjalan tepat sasaran dan transparan.
“Sektor pertanian adalah kebutuhan dasar rakyat. Karena itu, program ini harus dikawal secara efektif dan akuntabel,” tandas Bustanul.(egg)


Leave a Reply