Warga Kembali Unjuk Rasa, Tuntut PT BMS Tak Abaikan Penduduk Lokal

Warga Luwu melakukan aksi unjuk rasa memprotes penerimaan karyawan di PT BMS yang merupakan perusahaan smelter di wilayah itu.

DEMO. Warga Luwu melakukan aksi unjuk rasa memprotes penerimaan karyawan di PT BMS yang merupakan perusahaan smelter di wilayah itu.

KLIKSANDI.COM, LuwuAksi unjuk rasa kembali terjadi di jalan trans Sulawesi di Desa Karang-karangan, Kabupaten Luwu, Senin, 27 Oktober 2025, siang. Akibat aksi ini, jalan poros Sulawesi macet total.

Para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Bua (AMMB) Kabupaten Luwu menagih janji Jusuf Kalla sebagai owner PT BMS terkait pemberdayaan masyarakat lokal setempat dalam penerimaan tenaga kerja. Sekadar diketahui, PT BMS adalah perusahaan smelter yang merupakan unit kerja Kalla Group di Luwu.

“Kami menuntut transparansi perusahaan, ini terkait kesepakatan yang disampaikan Pak Jusuf Kalla, 70 persen orang Luwu atau 70 persen orang Bua,” ujar Mustarim, salah seorang perwakilan aksi saat berorasi.

Aswin, jenderal aksi juga menyoroti penerimaan karyawan PT BMS selama ini syarat dengan praktik calo yang meminta bayaran hingga Rp15 juta ke pelamar.

Sedangkan Umi, Kepala Desa Padangkalua, yang juga turun aksi menyoroti PHK ratusan karyawan konstruksi di tengah perusahaan juga membuka lowongan kerja.

“Kasian mereka, selama ini sudah bekerja membangun pabrik sebagai buruh kasar tapi dilupakan begitu saja, mereka di PHK di tengah perusahaan membuka lowongan kerja untuk pabrik 2,” ujar Umi.

Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa musiman. “Ini adalah puncak gunung es dari frustrasi panjang yang menggugat janji investasi besar yang seharusnya membawa kesejahteraan masyarakat lokal Bua. Namun kini dinilai hanya menciptakan gelombang pengangguran baru,” kata Umi.

Di tempat terpisah, manajemen PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) mengeluarkan klarifikasi resmi terkait pemberitaan media dan aksi demonstrasi yang terjadi pada Sabtu, 25 Oktober 2025, di perempatan Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.

Dalam siaran pers bernomor 022/BMS-SM/ALD/2025, perusahaan menilai penting untuk memberikan keterbukaan informasi kepada publik mengenai kondisi terkini di internal perusahaan.
Site Manager PT BMS, Muh Aldin, menjelaskan bahwa efisiensi karyawan konstruksi dilakukan karena progres pembangunan pabrik RKEF 2 telah mencapai 99 persen.

“Dengan progres tersebut, fokus kami kini beralih ke operasional dan perawatan pabrik. Karena itu, karyawan konstruksi diarahkan untuk mengikuti seleksi karyawan operasional dan maintenance,” ujar Aldin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/10/2025).

Ia menambahkan, penutupan proyek pembangunan pabrik 2 telah dilaksanakan pada 23 Oktober 2025 dengan kegiatan seremonial dan dialog bersama seluruh karyawan. Selain itu, PT BMS juga membeberkan data rekrutmen terbaru, di mana lebih dari 70 persen pelamar yang lolos berkas merupakan warga lokal Kabupaten Luwu.

Angka ini belum termasuk warga Luwu yang berdomisili atau menikah dengan warga dari luar daerah. Menanggapi isu adanya calo dalam proses rekrutmen tenaga kerja, pihak perusahaan menegaskan tidak pernah memungut biaya apa pun, termasuk untuk transportasi, akomodasi, maupun biaya tes.

“Tim Humas BMS sudah menelusuri dugaan calo yang diberitakan oleh salah satu media, namun tidak ditemukan bukti keterlibatan oknum karyawan kami,” tegas Aldin.

Ia menyebut, pengakuan korban yang beredar merujuk pada kasus penerimaan tenaga kerja tahun 2024, bukan proses rekrutmen yang tengah berlangsung saat ini. Lebih lanjut, PT BMS menegaskan tidak bertanggung jawab atas segala bentuk penipuan yang mencatut nama maupun identitas perusahaan.

“Kami berharap seluruh pihak berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan BMS,” katanya.

PT BMS menyampaikan harapan agar operasi pabrik RKEF dapat segera berjalan penuh sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menjadi simbol kemajuan industri di Kabupaten Luwu.(egg)

Leave a Reply