KLIKSANDI.COM, Pangkep — Kapal ambulans milik Pemerintah Kabupaten Pangkep akhirnya ditemukan di Perairan Jawa Timur, dekat Sumenep, Madura. Jika dilihat dari titik temuannya, kapal ini diperkirakan tersesat dan terbawa arus laut, jauh dari titik tujuannya.
Kapal beserta ketiga awaknya ditemukan setelah terombang-ambing selama 11 hari di laut. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Kelas A Makassar, Andi Sultan membenarkan jika kapal itu ditemukan di sekitar perairan laut Jawa.
“Alhamdulillah kapalnya sudah ditemukan, dan ketiga orang dalam keadaan selamat. Sekarang mereka diantar ke Pulau Sapakkang oleh juragan kapal yang menemukan,” demikian.
Andi Sultan membenarkan lokasi penemuan berada di kawasan perairan Jawa Timur. “Dia sudah sekitar sepekan di kawasan perairan Jawa Timur, dekat Sumenep, Madura,” jelas Andi Sultan.
Saat ini, Basarnas Makassar sedang berkoordinasi dengan petugas berwenang di Madura untuk penanganan lebih lanjut. Ketiga awak kapal, yaitu M. Tahir (65), Najamuddin (55), dan Hasri (60), dipastikan dalam kondisi baik.
“Seluruh awak selamat semua,” tegas Andi Sultan.
Pihak Basarnas belum dapat memastikan penyebab hilangnya kapal, apakah akibat mati mesin atau faktor lain. Kapal ambulans berwarna putih itu seharusnya tiba di Pulau Dewakkang, Pangkep, pada Senin (13/10/2025) pukul 15.00 Wita, setelah berlayar dari Pulau Tinggalungan.
Dengan estimasi waktu tempuh delapan jam, kapal baru seharusnya tiba. Hilangnya kapal baru dilaporkan Edi Tahir, anak dari M. Tahir, pada Selasa (14/10/2025) setelah kapal tak kunjung tiba.
Terpisah, Bupati Pangkep, M Yusran Lalogau mengaku sudah mendapat informasi mengenai ditemukannya kapal tersebut. Dia berharap, kejadian itu tidak akan terulang lagi.
Yusran mengaku akan memperbaiki sejumlah fasilitas di kapal itu. Setelah 11 hari terombang-ambing tanpa pasokan makanan, kapal ambulance laut milik Pemerintah Kabupaten Pangkep akhirnya ditemukan di Pulau Sapakang, Sumenep, Jawa Timur.
“Alhamdulillah saya mendapatkan info bahwa sudah masyarakat kami yang dicari selama kurang lebih 11 hari karena kapal ambulans yang diberangkatkan ke Pulau Dewakang, ini yang kemarin sempat lost contact akhirnya ditemukan di Sumenep, Madura,” ujarnya.
Politisi Partai NasDem ini memastikan tiga kru kapal Ambulans Laut sedang perjalanan pulang ke rumah. Yusran mengaku kejadian hilang kontak kapal ambulans laut menjadi pelajaran untuk perbaikan alat.
“InsyaAllah ke depan kami pun juga dari pemerintah daerah akan memaksimalkan bagaimana setidaknya peralatan-peralatan untuk di kapal-kapal yang akan beroperasi dimaksimalkan,” tuturnya.
Salah satu perbaikan peralatan di kapal ambulans laut seperti pemasangan GPS. Sebelumnya, Yusran menyebut Pemkab Pangkep memiliki 6 ambulans laut.
“Mungkin dengan adanya GPS atau peralatan yang lain yang ada di dalam kapalnya itu, kami bisa melacak posisi,” kata Yusran.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sempat melakukan pencarian selama 7 hari. Ia menyebut tim SAR gabungan telah berusaha melakukan pencarian.
“Saya selaku bupati mengucapkan banyak terima kasih kepada semua tim gabungan yang sudah membantu dalam hal pencarian kapal yang hilang ini, khususnya kepada Basarnas, dari Polairud Mabes, dan juga Polda Sulsel, dan juga BPBD Kabupaten Pangkep untuk yang di mana semua timnya bekerja sama untuk mencari kondisi kapal yang hilang kemarin,” ucapnya.(egg)

Leave a Reply